Thursday, September 24News That Matters

PLN Indonesia Power Garap PLTS-BESS Rp3,3 Triliun di Sulawesi Tengah


Wacana Berita, Jakarta –

PLN Indonesia Power Group menggandeng PT ACE Energy Service (ACEES) untuk mengembangkan proyek dedieselisasi di 10 lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah dengan potensi kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 60 MWp dan Battery Energy Storage System (BESS) 200 MWh.

Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan investasi Rp3,3 triliun dan berpotensi menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik hingga sekitar Rp1.000 per kWh. Besaran efisiensi tersebut bergantung pada karakteristik sistem kelistrikan di masing-masing lokasi.

Proyek ini direncanakan mendapat dukungan pembiayaan dari konsorsium perbankan Korea dan Indonesia. PLN Indonesia Power juga mengarahkan proyek untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui penggunaan panel surya produksi dalam negeri dari Trina Mas Agra Indonesia.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power, Julita Indah, mengatakan integrasi PLTS dan BESS menjadi solusi bagi wilayah yang masih bergantung pada pembangkit berbahan bakar diesel.

“Integrasi PLTS dan BESS memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan menekan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel. Dengan sistem penyimpanan energi, pasokan listrik dari PLTS dapat dikelola lebih optimal sehingga keandalan sistem tetap terjaga sekaligus memberikan potensi efisiensi biaya penyediaan listrik,” kata Julita.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan pengembangan energi bersih perlu diikuti dengan penguatan industri pendukung, teknologi, hingga kompetensi nasional.

“Kami ingin transisi energi memberikan nilai tambah yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan energi yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan TKDN, dan membangun kapabilitas Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat regional,” ujar Bernadus.

Selain proyek PLTS-BESS, PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services) menjalin kerja sama dengan PT ABB Sakti Industri untuk memperkuat layanan pemeliharaan dan pengadaan generator, motor, serta Variable Speed Drive (VSD)/inverter.

Kerja sama tersebut mencakup pemeliharaan dan perbaikan peralatan, penyediaan produk dan suku cadang ABB, hingga life assessment generator dan motor untuk meningkatkan keandalan dan memperpanjang usia operasi aset pembangkitan.

Baca Juga: Target Tender PLTN di 2027, PLN Soroti Keberadaan Badan Independen

Baca Juga: Fase 1 Program Nuklir Nasional Rampung, PLN Tunggu In-Depth Mission IAEA

PLN IP Services juga menggandeng PT Barata Indonesia (Persero) dan Technofit Sdn Bhd untuk mengembangkan Pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) Turbin dan Rotating Equipment di Plant PKT Cilegon.

Pengembangan pusat MRO tersebut mencakup pekerjaan MRO di lingkungan PLN, pengembangan produk kelistrikan, peningkatan TKDN, alih teknologi, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

PLN Indonesia Power menyebut pengembangan kapabilitas MRO tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang layanan pemeliharaan, perbaikan, overhaul, dan life extension turbin serta rotating equipment ke pasar Asia Pasifik.

Rangkaian kerja sama tersebut dilakukan dalam Electricity Connect 2026 di Tangerang, Selasa (22/9/2026), dan disaksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta Ketua Dewan Pengawas MKI Darmawan Prasodjo.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *