Thursday, September 24News That Matters

Elektabilitas Prabowo Merosot Tajam di Survei Terbaru SMRC, Sosok Ini Malah Melesat Hingga 35 Persen!


Wacana Berita, Jakarta –

Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam tingkat elektabilitas sejumlah tokoh politik nasional sepanjang periode November 2025 hingga Juli 2026. Sorotan utama tertuju pada menurunnya dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto, sementara popularitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi justru mengalami peningkatan.

Dalam simulasi semi-terbuka yang dilakukan SMRC, elektabilitas Prabowo tercatat berada di angka 34,9 persen pada November 2025. Angka itu kemudian turun menjadi 33,3 persen pada Februari hingga Maret 2026, sebelum merosot lebih jauh menjadi 14,5 persen pada Juli 2026.

Sebaliknya, Dedi Mulyadi memperlihatkan tren yang terus meningkat. Dari 19,7 persen pada November 2025, tingkat dukungannya naik menjadi 23,3 persen pada Februari-Maret 2026. Pada survei Juli 2026, elektabilitas Dedi bahkan mencapai 35 persen.

Survei nasional tersebut dilaksanakan pada 5 hingga 19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang telah memiliki hak pilih. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan sambungan telepon. SMRC menyebut survei itu memiliki margin of error sekitar 3,7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, pengamat politik Universitas Katolik Parahyangan, Kristian Widya Wicaksono, menilai perubahan elektabilitas merupakan hal yang lazim dalam sistem demokrasi. Menurutnya, persepsi publik terhadap tokoh politik dapat berubah seiring perkembangan situasi politik maupun kinerja pemerintahan.

Baca Juga: Elektabilitas Cuma 2%, Dedi Mulyadi Tak Butuh Gibran di Pilpres 2029

Kristian melihat penurunan dukungan terhadap Prabowo dapat dikaitkan dengan evaluasi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan. Sementara itu, meningkatnya elektabilitas Dedi dinilai tidak lepas dari kedekatannya dengan masyarakat serta strategi komunikasi yang aktif melalui media sosial.

Meski demikian, Kristian menegaskan bahwa faktor-faktor tersebut merupakan hasil pembacaan dan analisis terhadap tren yang muncul dalam survei. Ia tidak menyimpulkan bahwa ada satu penyebab tunggal yang secara langsung menentukan naik atau turunnya elektabilitas para tokoh tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *