
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan keras mengenai perang dengan Iran dalam pidatonya di Sidang Umum ke-81 PBB di New York, Selasa (22/9/2026). Trump mengatakan Washington kini menghadapi pilihan antara mencapai kesepakatan dengan Teheran atau mengambil langkah militer yang jauh lebih ekstrem.
Trump menyebut kesepakatan dapat membuka jalan bagi Iran untuk membangun kembali negaranya. Namun, ia juga mempertanyakan apakah Amerika Serikat harus memilih opsi penghancuran apabila kesepakatan tidak tercapai.
“Saya harus membuat keputusan besar. Akankah kesepakatan dibuat dengan Iran yang memungkinkan mereka membangun kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya, mungkin salah satu yang terhebat di Timur Tengah atau bahkan di dunia?” kata Trump.
Trump juga mengatakan kesepakatan dengan Iran kemungkinan baru tercapai setelah pemilihan paruh waktu AS. Meski demikian, dia menegaskan persoalan tersebut harus segera diselesaikan.
“Amerika Serikat dan Iran pasti akan menyelesaikannya. Kita akan menyelesaikannya, dengan cara apa pun. Itu akan selesai. Itu harus diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.
Dalam pidato tersebut, Trump turut membantah laporan mengenai menipisnya persediaan amunisi AS akibat perang. Ia mengatakan Amerika Serikat masih memiliki persediaan dalam jumlah besar dan terus meningkatkan produksinya.
Trump juga membela keputusan pemerintahannya menghadapi Iran secara militer. Menurut dia, ancaman tidak boleh dibiarkan berkembang dan tindakan yang diambil Amerika Serikat merupakan bagian dari upaya menghadapi persoalan tersebut.
“Sementara yang lain hanya berbicara, saya telah bertindak. Sementara yang lain hanya berbicara tentang perdamaian, saya telah menciptakan perdamaian. Sementara yang lain mengabaikan ancaman, saya telah menghadapinya,” kata Trump.
Selain isu perang, Trump mengaitkan konflik Iran dengan harga energi global. Ia mengatakan penyelesaian konflik dan kondisi yang lebih stabil di kawasan dapat mendorong harga minyak turun. Pasar energi justru masih menghadapi ketidakpastian setelah pernyataan Trump mengenai kemungkinan kesepakatan setelah pemilu AS.
Baca Juga: Tiga Skenario dan Ukuran Keberhasilan KTT Trump–Xi di Washington
Trump juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah negara yang berkomitmen mendukung upaya stabilisasi Gaza, termasuk Indonesia. Ia menyebut Indonesia bersama Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir dan Yordania sebagai negara yang memberikan komitmen personel atau dukungan untuk misi tersebut.
Indonesia sebelumnya menyatakan kesiapan mendukung upaya perdamaian dan stabilisasi Gaza. Namun, perkembangan konflik di kawasan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan rencana tersebut.
Di hadapan para pemimpin dunia, Trump juga kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Pernyataannya mengenai Iran sekaligus menunjukkan bahwa perang dan kemungkinan negosiasi masih menjadi bagian utama kebijakan Washington terhadap Teheran.
