
Berita Liga Italia: Reda Belahyane sedang menikmati penampilan terbaiknya sejak bergabung dengan Lazio di Februari 2025 namun dengan kembalinya Nicolo Rovella dan Danilo Cataldi tempatnya di line-up Gennaro Gattuso berada dalam ancaman.
Sejak musim 2024/25, Nicolo Rovella telah menjadi regista pilihan utama tidak tergantikan di Lazio. Pemain 24 tahun tersebut merupakan deep-lying playmaker diberkahi visi luar biasa serta kemampuan untuk melepaskan operan-operan pendek maupun panjang.
Akan tetapi produk akademi Genoa tersebut harus menghabiskan sebagian besar musim lalu di meja perawatan karena dua cedera parah yang dialaminya. Saat Nicolo Rovella absen Maurizio Sarri mempercayakan posisi kunci di lini tengah pada Cataldi yang dianggap kurang kreatif dibandingkan Rovella, namun lebih berpengalaman dan memiliki kemampuan untuk melapisi lini pertahanan yang masih menjadi kelemahan Rovella.
Di sisi lain Reda Belahyane bahkan tidak ada di dalamnya karena Sarri menepikan pemain asal Maroko tersebut dari rencananya sejak diganjar kartu merah di derby della capitale. Namun karena Cataldi absen karena operasi dan Rovella mengalami cedera otot awal musim ini, Gennaro Gattuso tidak memiliki pilihan lain selain menempatkan Belahyane di posisi nomor 6.
Namun, bisa dibilang bahwa absennya dua gelandang asal Italia tersebut justru menjadi berkah terselubung bagi Biancocelesti, yang akhirnya kembali menemukan sosok pemain yang sempat terpinggirkan selama satu tahun penuh.
Seperti halnya Cataldi, Reda Belahyane memang tidak bisa menggantikan kreativitas Rovella, namun ia tampil gemilang dalam fase bertahan menutup ruang di lini belakang, membantu para bek The Aquile menghadapi penyerang lawan, serta terus-menerus merebut kembali penguasaan bola. Dengan kata lain, ia sedang berkembang menjadi gelandang bertahan dengan karakteristik ala Claude Makélélé.
Berkat ketangguhan dalam bertahan dan kemampuan menjelajahi area lapangan yang luas yang dimiliki mantan bintang Hellas Verona ini, Davide Frattesi, Kenneth Taylor, dan para bek sayap leluasa untuk terus bergerak maju membantu serangan. Lantas, pertanyaannya adalah: bagaimana nasib Belahyane kini setelah Cataldi dan Rovella diperkirakan akan kembali tersedia usai jeda internasional?
Sekilas, The Aquile tampak memiliki tiga pemain yang bersaing untuk peran regista, yang menimbulkan dilema pemilihan bagi pelatih, terutama karena absennya kompetisi piala Eropa maupun domestik.
Namun, perlu dicatat bahwa Taylor, Frattesi, dan Fisayo Dele-Bashiru adalah satu-satunya tiga pemain senior murni yang bersaing untuk dua posisi box-to-box. Jadi, secara ideal, Gattuso dapat menemukan keseimbangan yang tepat dengan menggeser salah satu dari Belahyane, Rovella, atau Cataldi ke peran mezzala.
Dengan demikian, Belahyane bisa bermain bersama Rovella (atau Cataldi) dalam susunan pemain yang sama, sekaligus memberi kesempatan bagi Frattesi dan Taylor untuk memulihkan kondisi saat stamina mereka tak terelakkan lagi menurun di suatu titik sepanjang musim.
Artikel Tag: lazio, nicolo rovella, reda belahyane
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/dua-gelandang-andalan-lazio-pulih-posisi-belahyane-terancam
