Wednesday, September 23News That Matters

Wajah Baru Situ Ciburuy di Tengah Kemarau Panjang


KORAN MANDALA – Hamparan air yang biasanya menyejukkan mata dan memantulkan langit sore di Situ Ciburuy kini berubah drastis menjadi daratan tanah yang pecah-pecah dan berdebu.

Kondisi itu terlihat pada Rabu (23/9/2026). Sejak Juni 2026, danau ikonik yang berada di wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, tersebut dilanda kekeringan.

Hujan yang tak kunjung turun selama musim kemarau membuat wajah Situ Ciburuy berubah, sekaligus memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi warga di sekitarnya.

Penurunan debit air di danau ini bukan sekadar surut biasa. Garis air menyusut jauh, dengan kedalaman yang berkurang hingga tiga sampai empat meter dari kondisi normal. Di sejumlah titik, air bahkan menghilang sepenuhnya dan menyisakan permukaan tanah yang retak. Dasar danau yang biasanya tertutup air kini dapat dipijak tanpa harus membasahi kaki.

Kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik Situ Ciburuy yang tidak memiliki mata air sebagai sumber pasokan air. Danau ini mengandalkan curah hujan untuk mengisi kembali volumenya.

“Situ Ciburuy ini tidak ada mata air, hanya penampung air hujan. Jadi lumayan agak tinggi penurunannya, bisa sampai tiga empat meter, bahkan sebagian sampai kekeringan,” ungkap Kepala Urusan Desa Ciburuy, Heri Sopian.

Ketika hujan tak kunjung turun dalam waktu lama, penguapan dan minimnya pasokan air membuat volume danau terus menyusut. Kondisi itu akhirnya membawa dampak langsung bagi warga yang menggantungkan aktivitasnya pada keberadaan air di Situ Ciburuy.

Heri mengatakan, kelompok yang paling terdampak adalah pencari ikan dan atlet dayung.

“Yang paling terdampak itu para pencari ikan dan juga para atlet dayung,” tuturnya.

Bagi pencari ikan lokal, menyusutnya air hingga mengering membuat aktivitas mencari ikan terhenti. Perahu-perahu kayu yang biasanya digunakan untuk mencari ikan kini hanya terparkir di atas tanah kering yang retak.

Hal serupa dialami para atlet dayung. Situ Ciburuy yang selama ini menjadi salah satu lokasi latihan mereka tidak dapat digunakan ketika permukaan air terus menyusut. Aktivitas latihan pun terpaksa berhenti.

Namun, di tengah dampak kekeringan tersebut, perubahan kondisi Situ Ciburuy justru menghadirkan aktivitas baru. Dasar danau yang mengering menjadi ruang terbuka yang dimanfaatkan warga untuk berekreasi.

Setiap sore, kawasan tersebut mulai ramai didatangi masyarakat. Lanskap tanah kering yang sebelumnya berada di bawah permukaan air berubah menjadi tempat warga menghabiskan waktu bersama.

“Dampak kepada pencari ikan memang berdampak. Kalau untuk masyarakat lain justru dijadikan tempat wisata, jadi setiap sore masyarakat suka main di situ. Kunjungan di Situ Ciburuy ketika kering meningkat sampai tiga kali lipat di sore hari,” papar Heri.

Anak-anak memanfaatkan hamparan tanah kering sebagai lapangan sepak bola. Mereka berlarian mengejar bola di atas permukaan dasar danau hingga menjelang sore.

Pemuda dan warga lainnya juga memanfaatkan area tersebut untuk bersepeda motor mengelilingi bekas kawasan danau. Sementara itu, rumput liar yang tumbuh di sejumlah bagian dasar danau menjadi sumber pakan bagi peternak domba.

Bagi sebagian warga, kondisi tersebut menjadi aktivitas alternatif di tengah musim kemarau. Namun, di balik perubahan fungsi kawasan itu, kekeringan tetap menyisakan persoalan bagi warga yang selama ini bergantung pada air Situ Ciburuy untuk aktivitas ekonomi.

Kekhawatiran lain yang muncul adalah ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Meski demikian, menurut Heri, surutnya Situ Ciburuy belum berdampak besar terhadap sumber air warga di sekitar kawasan.

“Kalau untuk dampak mata air warga, hanya sebagian yang mengalami kekeringan, tapi untuk sebagian kecil aja, selebihnya aman sih,” jelas Heri.

Situ Ciburuy yang mengering akhirnya menghadirkan dua wajah sekaligus. Bagi pencari ikan dan atlet dayung, hilangnya air berarti terhentinya aktivitas yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Sementara bagi sebagian warga lainnya, dasar danau yang mengering berubah menjadi ruang baru untuk bermain, berekreasi, hingga mencari pakan ternak.

Di tengah musim kemarau, Situ Ciburuy pun memperlihatkan bagaimana perubahan alam turut mengubah cara masyarakat memanfaatkan ruang di sekitarnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *