
Meritage Hospitality Group, salah satu operator waralaba Wendy’s terbesar di Amerika Serikat (AS), mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 ke pengadilan Michigan pada Kamis (17/9/2026). Perusahaan memilih langkah tersebut untuk merestrukturisasi utang dan memperkuat neraca keuangan di tengah tekanan bisnis jaringan restoran Wendy’s.
Melansir The Independent, Meritage mengoperasikan 314 gerai Wendy’s, satu restoran Bojangles, serta lima restoran lainnya di 15 negara bagian AS. Perusahaan mempekerjakan sekitar 9.000 orang.
Meski mengajukan perlindungan kebangkrutan, Meritage menyatakan seluruh restoran tetap beroperasi selama proses restrukturisasi. Karyawan juga tetap menerima gaji dan manfaat, dengan catatan menunggu persetujuan pengadilan atas permohonan perusahaan.
Perusahaan juga meminta persetujuan pengadilan atas sejumlah permohonan first-day agar operasional bisnis dapat berjalan seperti biasa selama proses Chapter 11. Meritage menyatakan akan tetap melayani pelanggan serta membayar pemasok dan vendor untuk barang dan jasa yang diterima setelah pengajuan kebangkrutan.
Penjualan Wendy’s Tertekan
Keputusan Meritage tidak terlepas dari tekanan yang tengah dihadapi jaringan restoran Wendy’s di AS. Penurunan jumlah pelanggan dan penjualan membuat Wendy’s menutup ratusan restoran di AS.
Pada semester I 2026, Wendy’s menutup 245 gerai lebih banyak dibandingkan jumlah gerai baru yang dibuka. Sementara itu, penjualan di gerai yang telah beroperasi setidaknya selama satu tahun turun 7% pada kuartal II 2026.
Tekanan tersebut mendorong Wendy’s memangkas dividennya hingga separuh dan menarik kembali proyeksi keuangan untuk sisa tahun ini.
Bagi Meritage, kondisi tersebut memiliki dampak signifikan karena mayoritas portofolio restorannya berada di bawah merek Wendy’s.
Meski demikian, Meritage menyatakan tetap melihat peluang pemulihan terhadap merek Wendy’s dan akan menggunakan proses Chapter 11 untuk memperbaiki struktur keuangannya.
Cari Pendanaan Baru
Dalam proses restrukturisasi, Meritage berencana mengajukan fasilitas debtor-in-possession (DIP) financing. Pendanaan tersebut ditujukan untuk menyediakan likuiditas tambahan agar perusahaan tetap dapat menjalankan operasional selama proses Chapter 11.
Meritage memperkirakan pendanaan DIP bersama arus kas yang dihasilkan dari operasional restoran akan mencukupi kebutuhan bisnis selama proses restrukturisasi.
Perusahaan juga akan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dan mempertimbangkan berbagai alternatif strategis sebagai bagian dari proses tersebut.
Tekanan terhadap Wendy’s sendiri berlangsung ketika perusahaan tengah melakukan upaya pemulihan bisnis. CEO baru Bob Wright sebelumnya mengatakan Wendy’s perlu memperbaiki kualitas makanan, harga, pengalaman pelanggan, dan pemasaran untuk kembali menarik konsumen.
Persaingan di pasar restoran cepat saji AS juga semakin ketat. Wendy’s disebut telah tertinggal dari Burger King dalam penjualan di AS setelah kompetitornya menjalankan strategi pemulihan bisnis.
Bagi Meritage, restrukturisasi menjadi langkah untuk menjaga keberlangsungan operasional ratusan gerai sekaligus memperbaiki posisi keuangan perusahaan di tengah tekanan yang dialami merek utama yang menjadi sumber sebagian besar bisnisnya.
