
Ratusan konsumen proyek perumahan Alfarez Residence 5 dan kavling Tahfidz Land mempertanyakan kejelasan progres pembangunan dan status legalitas proyek yang diklaim telah berjalan sekitar enam tahun namun belum menunjukkan perkembangan signifikan di lapangan.
Keresahan tersebut disampaikan konsumen lantaran kondisi di lokasi proyek yang mereka ketahui hingga saat ini masih berupa lahan kosong dan belum menunjukkan progres pembangunan sebagaimana informasi yang diterima pada saat pemasaran.
Para konsumen pun mendesak pihak pengembang dan manajemen untuk memberikan penjelasan terbuka terkait status proyek, kendala yang dihadapi, legalitas lahan, progres pembangunan, serta kepastian waktu penyelesaian.
Selain aspek fisik pembangunan, konsumen juga menyoroti aspek legalitas dan transparansi informasi. Mereka meminta agar status lahan, dokumen legalitas, perizinan, dan rencana pembangunan disampaikan secara terbuka untuk menghindari ketidakpastian dan simpang siur informasi di kalangan konsumen.
Konsep syariah yang diusung dalam pemasaran proyek turut menjadi perhatian. Konsumen berharap nilai-nilai syariah tidak hanya menjadi identitas pemasaran, tetapi juga diimplementasikan dalam tata kelola proyek melalui prinsip amanah, transparansi, kejujuran, dan tanggung jawab.
“Kami tidak ingin mencari masalah. Kami ingin penyelesaian. Setelah bertahun-tahun menunggu, konsumen membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji,” ujar Anggara salah seorang konsumen.
Keresahan konsumen semakin meningkat setelah sarana komunikasi yang sebelumnya tersedia disebut sudah tidak dapat diakses. Akibatnya, konsumen mengaku kesulitan memperoleh informasi dan meminta penjelasan secara langsung kepada pihak pengembang.
Konsumen meminta pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas proyek tersebut menjelaskan beberapa hal krusial, di antaranya status dan legalitas lahan, progres pembangunan terkini, penggunaan dana konsumen sesuai dokumen perjanjian, serta kendala yang menyebabkan pembangunan belum berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp25,29 Triliun, Anggaran Naik Jadi Rp36 Triliun
Baca Juga: Kalau Ruben Onsu Masih Ogah Bayar Cicilan Rumah, Sarwendah Ancam Sita…
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari konsumen, nama Ilham Sunaryanto disebut sebagai pihak yang hingga saat ini masih berkomunikasi dengan konsumen dan dikaitkan dengan kepemimpinan perusahaan pengelola Alfarez Residence 5 dan Tahfidz Land.
Para konsumen berharap Ilham Sunaryanto maupun pihak yang secara resmi memiliki kewenangan dapat memberikan klarifikasi dan mengambil langkah konkret penyelesaian.
