Wednesday, September 16News That Matters

Grab Rogoh Kocek Rp26,37 Triliun untuk Kuasai 60% Peerusahaan Pay Later Atome Financial


Wacana Berita, Jakarta –

Grab Holdings Limited (GRAB) sepakat mengakuisisi 60% saham Atome Financial senilai US$1,49 miliar atau sekitar Rp26,37 triliun (kurs Rp17.700) secara tunai dari Advance Intelligence Group Limited (AIGL) dan sejumlah pihak terkait. Transaksi ini menjadi langkah Grab memperbesar bisnis layanan keuangan, khususnya pembiayaan konsumen dan digital lending di Asia Tenggara.

Dari total nilai transaksi, sekitar US$260 juta atau Rp4,60 triliun merupakan modal pertumbuhan primer (primary growth capital). Transaksi ditargetkan rampung pada kuartal III 2027, dengan tetap menunggu persetujuan regulator dan pemenuhan persyaratan penutupan lainnya.

Setelah transaksi tahap pertama selesai, Grab akan mengonsolidasikan Atome Financial ke dalam segmen layanan keuangan (Financial Services). Sementara itu, tim manajemen Atome Financial akan tetap menjalankan operasional dan pengembangan bisnis perusahaan.

Atome Financial merupakan platform layanan keuangan digital milik AIGL yang mencakup bisnis Buy Now, Pay Later(BNPL), pinjaman tunai konsumen, kartu BNPL, dan digital lending. Perusahaan beroperasi di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Thailand dengan 25 juta pengguna kumulatif yang telah bertransaksi.

Presiden sekaligus Chief Operating Officer Grab Alex Hungate mengatakan kemampuan Atome Financial menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan underwriting pinjaman digital akan memperkuat bisnis layanan keuangan Grab.

“Penggunaan AI oleh Atome Financial untuk melakukan underwriting pinjaman digital kepada jutaan pengguna di kawasan, sekaligus mengelola risiko secara efektif, akan membantu memperluas dan memperkuat seluruh ekosistem Grab,” ujar Alex, dalam keterangannya remsi dikutip Rabu (16/9/2026).

Menurut dia, kombinasi bisnis tersebut akan memperdalam kemampuan Grab dalam pembiayaan konsumen sekaligus membuka akses terhadap jaringan lebih dari 30.000 merek yang menjadi bagian dari jaringan Atome Financial.

Target Portofolio Pinjaman Rp106,2 Triliun

Grab menyebut transaksi ini akan mempertemukan dua jaringan bisnis dengan cakupan produk yang relatif saling melengkapi. Grab telah mengembangkan pembiayaan untuk mitra pengemudi dan pedagang, sedangkan Atome Financial berfokus pada opsi pembayaran fleksibel dan pembiayaan konsumen.

Ekosistem Grab sendiri memiliki hampir 54 juta pengguna yang bertransaksi setiap bulan (Monthly Transacting Users). Dengan akuisisi tersebut, Grab menargetkan perluasan akses layanan pembiayaan bagi pengguna sekaligus peluang cross-selling produk ke jaringan Atome Financial.

Atome Financial saat ini memiliki portofolio pinjaman bruto sekitar US$1 miliar atau Rp17,7 triliun. Perusahaan menyatakan kualitas kredit tetap terjaga dengan tingkat tunggakan yang membaik atau stabil di sejumlah kelompok peminjam.

Chief Financial Officer Grab Peter Oey mengatakan akuisisi tersebut memungkinkan perusahaan memperbesar bisnis layanan keuangan dengan lebih cepat dibandingkan membangun kapabilitas serupa secara mandiri.

“Dengan mempertimbangkan waktu penyelesaian transaksi, kami memperkirakan Atome Financial, bersama dengan segmen layanan keuangan lainnya, dapat menghasilkan Adjusted EBITDA sebesar US$500 juta atau sekitar Rp8,85 triliun pada 2028, dengan total portofolio pinjaman bruto gabungan lebih dari US$6 miliar atau sekitar Rp106,2 triliun,” kata Peter.

Grab juga merevisi target 2028 dengan membidik Adjusted EBITDA grup sebesar US$1,7 miliar atau sekitar Rp30,09 triliun dan pertumbuhan pendapatan tahunan gabungan lebih dari 30% selama periode 2025–2028.

Grab Siapkan Akuisisi Sisa 40%

Kesepakatan tidak berhenti pada pengambilalihan 60% saham. Grab juga telah menyepakati rencana untuk membeli sisa 40% saham Atome Financial sekitar dua tahun setelah penyelesaian transaksi tahap pertama.

Berbeda dengan tahap pertama, harga untuk transaksi tahap kedua tidak ditetapkan secara tetap. Nilainya akan mengacu pada kinerja aktual Atome Financial selama periode antara penyelesaian tahap pertama dan tahap kedua.

Valuasi akan menggunakan formula 13 kali annualized adjusted EBITDA dan 2,5 kali annualized revenue berdasarkan kinerja enam bulan sebelum transaksi tahap kedua. Bobot masing-masing indikator ditetapkan 75% untuk EBITDA dan 25% untuk pendapatan.

Baca Juga: Grab Catat 19.368 Pengemudi Beralih Jadi Merchant Sepanjang 2026

Baca Juga: Danantara Gandeng Gojek dan Grab untuk Dorong Ekosistem Motor Listrik

Baca Juga: UMKM Cari Modal Usaha, GrabModal Klaim Sudah Salurkan Rp9 Triliun

Hasil perhitungan tersebut memiliki batas bawah valuasi ekuitas sebesar US$2 miliar atau sekitar Rp35,4 triliun dan batas atas US$4,5 miliar atau sekitar Rp79,65 triliun. Sedikitnya 50% pembayaran pada tahap kedua akan dilakukan secara tunai.

Grab menyatakan seluruh transaksi akan didanai menggunakan kas yang sudah tersedia dan diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap Adjusted EBITDA grup setelah transaksi selesai.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *