
Jurnalis sekaligus pegiat media sosial Ahmad Arif menyoroti langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menyarankan siswa membawa bekal dari rumah sebagai antisipasi sementara pasca kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Arif, saran tersebut lebih baik dibandingkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut keracunan MBG hanya “sakit perut biasa.”
“Apa pun motifnya, omongan Gibran kali ini lebih waras dibandingkan Prabowo, yang bilang keracunan MBG hanya sakit perut biasa,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (16/9).
“Kalau Gibran berani ngomong untuk hentikan MBG lebih baik lagi. Kalau nggak ya omon-omon saja,” tandasnya.
Sebelumnya, saat menjenguk langsung para pelajar korban dugaan keracunan MBG di RS Efarina Etaham dan RSU Amanda Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (11/9/2026), Gibran berpesan agar anak-anak tidak dipaksakan kembali masuk sekolah jika kondisi belum pulih total.
“Jangan dipaksakan masuk kalau sebelum fit total ya pak, ya. Dan saya titip anaknya mungkin bawa bekal dari rumah saja. Bawa bekal yang dimasak ibunya masing-masing,” ucap Gibran saat berdialog dengan orang tua murid.
Baca Juga: PSI Kaget Denny Indrayana Baru Kejar Bukti Ijazah Gibran ke Sydney
Imbauan membawa bekal ini ditegaskan sebagai langkah kehati-hatian sementara bagi siswa yang terdampak atau sedang dalam masa pemulihan, bukan berarti menghentikan program MBG secara nasional.
Selain memberikan arahan tersebut, Gibran atas nama pemerintah menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Ia memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung negara dan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi ketat terkait tata kelola serta keamanan pangan agar insiden serupa tidak terulang.
