
KORAN MANDALA – Pemerintah Kabupaten Garut terus mematangkan rencana pengadaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Garut, Saepul Hidayat, meninjau langsung lokasi lahan yang direncanakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, Selasa (15/9/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Saepul didampingi Camat Samarang Bambang Isnaeni Fathan serta perangkat Desa Sukakarya, Ujang. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lahan sekaligus memastikan kesiapan lokasi dalam proses pengadaan tanah.
Saepul mengatakan, peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses pengadaan tanah berjalan sesuai target. Terlebih, waktu yang tersedia untuk proses tersebut cukup terbatas.
“Kita ingin memastikan bahwa proses terkait dengan rencana pengadaan tanah untuk Sekolah Rakyat ini bisa sesuai dengan target yang telah disiapkan. Waktunya memang sangat sempit, sehingga kita harus memastikan apa yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik,” ujar Saepul.
Ia mengatakan, Pemkab Garut juga memastikan lahan yang ditawarkan tidak memiliki persoalan yang berpotensi menghambat proses pengadaan.
Berdasarkan hasil peninjauan, kondisi lahan dinilai layak untuk diproses lebih lanjut. Namun, luas lahan yang tersedia cukup besar sehingga kebutuhan pengadaan akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan kemampuan keuangan daerah.
“Tanah yang ditawarkan kepada pemerintah ini cukup luas. Nanti kemungkinan luas lahan yang akan diadakan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Saepul menegaskan, proses pengadaan lahan dilakukan secara hati-hati untuk mencegah munculnya persoalan dalam tahapan berikutnya.
“Kita tidak ingin terjadi seperti sebelum-sebelumnya. Karena itu, dari awal kami ingin memastikan prosesnya berjalan dengan baik. Kami melihat kondisi di lapangan dan secara kondisi tanah ini sangat layak, sehingga bisa diproses untuk pengadaan,” jelasnya.
Anggaran Masih Menunggu Penetapan APBD
Terkait anggaran pengadaan tanah, Saepul mengatakan kebutuhan tersebut masih dalam tahap pembahasan APBD Kabupaten Garut.
Besaran anggaran yang akan dialokasikan belum dapat dipastikan sebelum APBD ditetapkan.
“Untuk anggaran sendiri masih dalam tahap proses di APBD. Kita lihat nanti secara pastinya setelah APBD ditetapkan,” ungkapnya.
Menurut Saepul, Pemkab Garut perlu memastikan seluruh tahapan pengadaan dilakukan secara tepat, mulai dari kondisi lahan, kebutuhan pembangunan hingga kemampuan fiskal daerah.
Sementara itu, Camat Samarang Bambang Isnaeni Fathan menyambut baik rencana pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya.
Bambang mengatakan, peninjauan langsung oleh Kepala BPKAD Garut menjadi langkah positif untuk memastikan kondisi lokasi sebelum proses pengadaan dilakukan.
“Kedatangan Kepala BPKAD Garut ini untuk meninjau lokasi secara langsung dan memastikan kondisi lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” kata Bambang.
Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar sehingga pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Samarang dapat segera direalisasikan.
Menurut Bambang, Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang menyasar anak-anak dari keluarga yang masuk dalam Desil 1 dan 2.
“Ini merupakan program Bapak Presiden RI untuk mendidik generasi yang akan datang, khususnya anak-anak yang masuk dalam Desil 1 dan 2, yang nantinya akan bersekolah di sini,” ujarnya.
Atas rencana tersebut, Bambang menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, dengan akan dibangunnya Sekolah Rakyat di Samarang, saya selaku Camat Samarang menyambut baik program Bapak Presiden RI ini. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Presiden RI dan semoga pembangunan Sekolah Rakyat ini diberikan kelancaran,” katanya.
Bambang menilai keberadaan Sekolah Rakyat dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yang menjadi sasaran program tersebut.
“Ini program yang sangat luar biasa bagi anak-anak negeri untuk masa yang akan datang,” tegas Bambang.
