Thursday, September 24News That Matters

Sekolah SMAN 28 dan SMAN 29 Bandung Dibuka DPRD Jabar Tekankan Kesiapan Civitas Sekolah


WACANA BERITA – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, menyatakan pihaknya terus memantau kesiapan SMAN 28 dan SMAN 29 Bandung yang mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026. Kehadiran dua sekolah negeri baru ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini masih kekurangan SMA negeri.

Menurut Siti, DPRD Jabar tidak hanya memperhatikan kesiapan bangunan sekolah, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang akan menjalankan proses pendidikan di dalamnya.

“Yang kami pertanyakan bukan hanya sekolahnya, tetapi juga kesiapan civitas sekolahnya. Kepala sekolahnya bagaimana, gurunya sudah siap atau belum. Itu yang harus dipastikan,” ujar Siti. Sabtu (6/6/2026)

Ia mengaku belum meninjau langsung kedua sekolah tersebut, namun berencana melakukan kunjungan dalam waktu dekat untuk memastikan seluruh aspek pendukung pendidikan telah siap digunakan.

“Saya belum datang langsung ke sana. Insyaallah pekan depan akan meninjau ke SMA tersebut untuk melihat kondisi dan kesiapan di lapangan,” katanya.

Terkait SMAN 29 Bandung, Siti menjelaskan bangunan sekolah sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Gedung yang sebelumnya merupakan aset Dispora Jawa Barat itu telah direnovasi dan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

Ia juga menanggapi adanya kebingungan masyarakat yang kesulitan menemukan lokasi sekolah baru tersebut melalui aplikasi peta digital. Jika masih diperlukan sistem menginduk sementara, ia berharap seluruh fasilitas utama dapat segera tersedia dalam beberapa bulan ke depan.

“Kalau pun harus menginduk sementara, mudah-mudahan tidak terlalu lama. Saya berharap dalam tiga sampai empat bulan seluruh fasilitas yang dibutuhkan sudah bisa beroperasi dengan baik,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan SMAN 28 dan SMAN 29 menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan menengah negeri yang lebih merata.

“Wilayah tersebut selama ini termasuk daerah yang masih kekurangan SMA negeri atau blank spot. Dengan adanya sekolah tambahan ini, mudah-mudahan lebih banyak anak yang mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujarnya.

Siti berharap seluruh proses pembangunan dan operasional sekolah baru dapat berjalan lancar serta memberikan kemudahan bagi masyarakat.

“Kita terus memantau dan berdoa agar seluruh ikhtiar yang dilakukan dapat memberikan kemudahan. Yang paling penting, sistem dan layanan pendidikan harus tetap mengedepankan keadilan, kemudahan, dan akses yang baik bagi anak-anak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Disdik Provinsi Jawa Barat, Purwanto mengatakan, ada juga sekolah yang saat ini dibangun baru dengan memanfaatkan tanah milik pemerintah provinsi, seperti di wilayah Arcamanik, Kota Bandung.

Dia pun memastikan, untuk bangunan yang di Arcamanik tersebut diperuntukkan bagi SMA negeri pada umumnya bukan Sekolah Manusia Unggul (Maung).

“Di Arcamanik ini nantinya dibangun untuk SMA biasa, sekolah negeri gitu. SMA 28 atau 29, SMA baru. Jadi SMA negeri biasa bukan Sekolah Maung,” ujar Purwanto, Rabu (3/6/2026).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *