
JAKARTA – Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” akan berlaga di Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026 di China. Film karya Ismail Basbeth ini terpilih dalam tujuh kategori utama, seperti Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, Skenario Terbaik, Sinematografer Terbaik, dan Seni Terbaik.
Perjalanan Internasional
Produser film, Nugroho Dewanto, menyatakan kebanggaannya karena film ini bisa mewakili industri hiburan Indonesia di kancah internasional. Bukan hanya di SIFF, film berjudul “My Own Last Supper” ini sebelumnya juga telah tampil di Asia Content and Film Market (ACFM) Busan International Film Festival pada 2025.
Rangkuman Cerita
“Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” mengisahkan Encek, seorang keturunan Tionghoa yang mengalami trauma psikologis dan politis akibat identitas etnisnya. Melalui film ini, penonton diajak untuk memahami realitas kehidupan warga Tionghoa di Indonesia yang penuh dengan drama diskriminasi.
Menurut Ismail Basbeth, sutradara film ini, tujuan utamanya adalah membuat penonton terbawa dalam pengalaman Encek, serta menyuguhkan kisah tentang generasi yang berhasil mengatasi trauma dan mengubah nasib keluarganya.
Dibintangi oleh Ferry Salim, Melissa Karim, Verdi Soleiman, Jessy Davita, dan Nicholas Anderson, film ini juga melibatkan akademisi Rocky Gerung. Saat ini, belum ada informasi resmi terkait jadwal penayangan film di Indonesia.
