Wednesday, September 23News That Matters

Jawa Barat Hadapi Krisis Sampah dan Ancaman Kemarau Panjang, TPA Sarimukti Diprediksi Kritis


WACANA BERITA –Jawa Barat tengah menghadapi dua persoalan besar yang berpotensi menjadi krisis dalam waktu dekat, yakni penumpukan sampah dan ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti saat ini dalam kondisi mengkhawatirkan. TPA tersebut diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama sekitar enam bulan ke depan sebelum mencapai batas maksimal.

Kondisi ini dinilai dapat berdampak langsung terhadap wilayah Bandung Raya, yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Jika tidak ada solusi cepat, daerah-daerah tersebut terancam mengalami gangguan pengelolaan sampah secara serius.

DPRD Jabar Beberkan Rencana Pemprov Bantu Urai Sampah Kota Bandung

Selain persoalan sampah, Jawa Barat juga menghadapi ancaman kemarau panjang pada 2026. Berdasarkan informasi BMKG, fenomena El Nino diperkirakan membuat musim kemarau datang lebih cepat, berlangsung lebih lama, dan lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September, dengan dampak mulai terasa sejak Juni di wilayah Pantai Utara Jawa Barat dan akan meluas ke seluruh daerah pada Juli hingga Oktober.

“Kita harus mengantisipasi dampak kemarau panjang ini, mulai dari kekeringan hingga potensi kebakaran,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan perlunya langkah cepat dalam penanganan krisis air bersih, terutama di wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan. Pemerintah daerah diminta melakukan pendataan wilayah rawan serta memastikan suplai air bersih tetap tersedia bagi masyarakat dan sektor pertanian.

Upaya yang didorong antara lain distribusi air menggunakan mobil tangki, percepatan pembangunan jaringan air bersih, serta penyediaan penampungan air di desa-desa rawan kekeringan.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pengurangan timbunan sampah dari sumbernya serta percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah. Sejumlah daerah seperti Bandung Raya, Cirebon Raya, Bogor Raya, dan Tasikmalaya disebut membutuhkan penanganan serius, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Solusi teknologi seperti pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) dan bahan bakar (waste to fuel) juga mulai didorong untuk mengurangi beban TPA.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani membenarkan bahwa musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering akibat El Nino. Ia menyebut kondisi kekeringan sudah mulai terasa di sebagian wilayah pesisir utara Jawa Barat.

“Secara umum kemarau di Jawa Barat dapat berlangsung tiga hingga tujuh bulan, sehingga perlu antisipasi serius terhadap potensi kekeringan,” ujarnya.

Dengan dua tekanan besar sekaligus—krisis sampah dan kemarau panjang—Jawa Barat menghadapi tantangan serius dalam menjaga layanan dasar lingkungan dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *