Friday, September 18News That Matters

UFO Diduga Dikendalikan Intelijen Non-Manusia, Dokumen Baru Perkuat Misteri


WACANA BERITA – Dokumen terbaru tentang UFO kembali memicu perdebatan global. Seorang pensiunan Laksamana Angkatan Laut AS mengklaim adanya “non-human intelligence” yang mengendalikan fenomena ini, sementara rilis resmi pemerintah AS menunjukkan banyak kasus tetap tidak terjelaskan.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) baru-baru ini merilis dokumen baru tentang Unidentified Anomalous Phenomena (UAP), istilah resmi baru untuk UFO (Unidentified Flying Object).

Dokumen ini mencakup foto, video, dan laporan dari berbagai insiden di langit maupun luar angkasa. Banyak kasus dikategorikan sebagai “unresolved” karena pemerintah tidak mampu menentukan secara pasti apa yang terjadi.

Klaim Mengejutkan dari Pensiunan Tentara AS

Dalam sebuah wawancara, Tim Gallaudet, Laksamana Angkatan Laut AS yang telah pensiun membuat klaim bahwa UFO mungkin dikendalikan oleh kecerdasan non-manusia. Dikutip fox news 15/5/2026.

Ia menekankan bahwa fenomena ini tidak bisa dijelaskan dengan teknologi konvensional yang diketahui militer.

Klaim ini menambah lapisan kontroversi karena datang dari figur militer senior yang memiliki pengalaman langsung dengan isu keamanan nasional.

Bukti Visual dan Sensor:

– Video “Tic Tac”** yang direkam oleh jet tempur F/A-18 Super Hornet menunjukkan objek bergerak tanpa tanda-tanda propulsi.

– Rekaman drone MQ-9 Reaper bahkan memperlihatkan objek yang terkena rudal Hellfire namun tetap melanjutkan lintasannya tanpa kerusakan.

– Foto objek berbentuk berlian terdeteksi pada 2024 dengan kecepatan sekitar 800 km/jam.

Fenomena yang Sulit Diidentifikasi

James Dwyer, dosen di University of Tasmania, menekankan bahwa meski ada banyak kemungkinan penjelasan seperti: drones, teknologi baru, atau artefak sensor, sebagian fenomena tetap sulit dijelaskan.

Ia menulis: “Tidak ada jawaban tunggal untuk semua kasus. Sebagian mungkin hanya noise visual, sebagian lain benar-benar fenomena yang sulit diidentifikasi.”, The conversation 13/5/2026.

Pernyataan Pemerintah AS di Pentagon melalui All-domain Anomaly Resolution Office (AARO), dalam pernyataan di situs resmi pertahanan, menyatakan bahwa hingga kini ‘tidak ada bukti yang mengonfirmasi keterlibatan makhluk luar angkasa’.

Namun, mereka mengakui bahwa sejumlah insiden menunjukkan kemampuan yang melampaui teknologi yang diketahui ssat ini.

Alasan Trump Merilis UFO Files

Pada Februari 2026, Presiden Donald J. Trump menginstruksikan lembaga federal untuk mengidentifikasi dan mendeklasifikasi dokumen terkait UFO atau Unidentified Anomalous Phenomena (UAP).

Langkah ini dilakukan melalui sistem resmi bernama Presidential Unsealing and Reporting System for UAP Encounters (PURSUE). Menurut pernyataan resmi Departemen Pertahanan, tujuan utama kebijakan ini adalah memberikan transparansi penuh kepada masyarakat Amerika mengenai fenomena yang selama ini menimbulkan spekulasi luas.

Trump menegaskan bahwa “rakyat Amerika telah lama meminta transparansi tentang pengetahuan pemerintah mengenai fenomena udara tak dikenal. Di bawah kepemimpinan saya, kami memberikan akses penuh agar publik bisa menilai sendiri informasi tersebut.”

Rilis UFO files ini memicu gelombang diskusi di media sosial dan komunitas ilmiah. Sebagian publik melihatnya sebagai bukti keterlibatan alien, sementara kalangan akademisi menekankan perlunya penelitian lebih lanjut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *