Friday, September 25News That Matters

Job Fair 2026 di Cibiru Siap Hadirkan 3.528 Loker dari 19 Perusahaan


WACANA BERITA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) akan menggelar bursa kerja atau job fair 2026. Pada kegiatan ini sebanyak 3.528 lowongan pekerjaan dari 19 perusahaan akan ditawarkan kepada para pencari kerja.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Teras Sunda Cibiru pada Sabtu, 25 April 2026. Selain itu, masyarakat juga bisa mengakses lowongan yang tersedia di job fair secara online.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan pelaksanaan job fair merupakan inisiatif untuk mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja, dilatarbelakangi tingginya angka pengangguran di Kota Bandung.

Harga LPG Nonsubsidi Melejit, Warga Bandung Mulai Pertimbangkan Pindah ke 3 Kg

Ia menyebut pelaksanaan job fair saat ini dilakukan dengan pendekatan berbeda. Jika sebelumnya terpusat di satu lokasi, kini kegiatan disebar ke wilayah dengan tingkat pengangguran tinggi demi memudahkan akses masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas.

“Dulu job fair itu terpusat di satu tempat, sekarang kita pecah di beberapa kantong pengangguran. Di Bandung Timur yang paling banyak di Cibiru, kita posisikan di sana,” kata Yayan, di Bandung, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, sebanyak 19 perusahaan yang terlibat telah melalui proses seleksi hingga verifikasi lapangan untuk memastikan ketersediaan lowongan kerja secara riil. Adapun lowongan kerja yang tersedia didominasi sektor jasa di bidang perhotelan, perdagangan, dan layanan lainnya.

Selain lowongan kerja, kegiatan ini juga menghadirkan layanan pendukung seperti coaching clinic dan bimbingan karier. Peserta dapat memperoleh arahan terkait penyusunan lamaran, proses rekrutmen, hingga gambaran dunia kerja. Yayan menilai fasilitas ini penting, terutama bagi lulusan baru yang belum memiliki pengalaman.

“Mereka bisa belajar bagaimana menghadapi HRD, bagaimana membuat surat lamaran dan memahami proses berkarir,” katanya.

Ia mengakui, tantangan utama dalam penyerapan tenaga kerja masih berkaitan dengan ketidaksesuaian keterampilan dan kebutuhan industri. Di sisi lain, karakter warga Kota Bandung yang cenderung enggan merantau juga menjadi faktor.

Data Disnaker mencatat tingkat pengangguran di Kota Bandung berada di kisaran 7,2 persen, sementara pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Kondisi ini, menurut Yayan, juga dipengaruhi oleh banyaknya pekerja di sektor informal yang tidak seluruhnya tercatat.

“Banyak anak muda kreatif bekerja di sektor informal, bahkan berpenghasilan dari luar negeri, tapi tidak masuk dalam data formal,” kata Yayan.

Meski terbuka untuk umum, warga ber-KTP Kota Bandung tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan kegiatan ini. Yayan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan optimal.q

“Silakan datang, manfaatkan peluangnya. Minimal dapat pengalaman dan memahami proses rekrutmen,” ujarnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *