
WACANA BERITA –Hujan lebat disertai angin kencang menerjang wilayah Kota Bandung dan sekitarnya pada Rabu (4/3/2026) siang. Cuaca ekstrem tersebut memicu sedikitnya 24 insiden dalam rentang waktu sekitar tiga jam.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bandung (BPBD) mencatat, laporan kejadian masuk sejak pukul 13.00 WIB hingga 16.22 WIB. Dari total insiden, 22 di antaranya merupakan peristiwa pohon tumbang.
Pohon tumbang dilaporkan terjadi di sejumlah ruas jalan dan menimpa fasilitas publik seperti sekolah serta alun-alun. Di tiga lokasi berbeda, pohon juga dilaporkan menimpa kendaraan dan rumah warga. Selain itu, terdapat dua kejadian kerusakan bangunan akibat atap terbang dan bergeser diterpa angin kencang.
THR PPPK Paruh Waktu di Kota Bandung Belum Pasti, Pemkot Masih Hitung Kemampuan Fiskal
Sebaran laporan dampak cuaca ekstrem meliputi sejumlah kecamatan, antara lain Lengkong, Bandung Wetan, Coblong, Cibiru, hingga Panyileukan.
BPBD Kota Bandung menyatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk melakukan penanganan cepat di lapangan. Unsur yang terlibat antara lain Dinas Pemadam dan Penyelamatan (Diskar PB), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Perhubungan (Dishub), serta jajaran TNI dan Polri bersama aparat kewilayahan.
BMKG: Dipicu Sejumlah Faktor Atmosfer
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi kombinasi sejumlah faktor atmosfer.
Prakirawan BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Yuni, mengatakan intensitas hujan pada Rabu siang tercatat mencapai 17,2 mm per jam atau masuk kategori hujan lebat. Kecepatan angin terukur sekitar 37 km per jam yang tergolong angin kencang.
“Curah hujan 17,2 mm/jam masuk kategori hujan lebat. Kecepatan angin sekitar 37 km/jam juga termasuk angin kencang,” ujar Yuni saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini sekitar tiga jam sebelum kejadian. Namun, kecepatan angin aktual tercatat lebih tinggi dibanding prakiraan awal yang berkisar 25 km per jam.
Secara dinamika atmosfer, BMKG mendeteksi adanya belokan angin atau konvergensi di wilayah Jawa Barat. Kondisi ini diperkuat suhu muka laut yang relatif hangat serta pengaruh gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, terpantau pula bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah yang berdampak tidak langsung terhadap wilayah Jawa Barat, berupa peningkatan intensitas hujan dan potensi angin kencang.
BMKG memperkirakan kondisi cuaca signifikan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Sepanjang Maret, wilayah Bandung Raya, termasuk Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, masih berada dalam periode musim hujan.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Warga juga disarankan memantau informasi resmi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang.
