
Manuver Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai purnatugas perlahan mulai menemui titik terang, khususnya terkait dengan pekulasi liar yang menyebutkan bahwa sang mantan kepala negara akan mengambil alih tampuk kepemimpinan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia, Ahmad Ali tidak memberikan bantahan mutlak atas wacana yang mengaitkan politikus itu dengan posisi dewan pimpinan tinggi di struktur kepengurusan dari PSI.
Baca Juga: Tugaskan Komisi I, Anak Buah Prabowo Akan Bongkar Pertemuan Tokoh Antipemerintah dan Dubes Singapura
Ali justru melemparkan sinyal kuat bahwa partai berlambang mawar merah tersebut tengah mempersiapkan sebuah kejutan besar dalam waktu dekat. Ia membeberkan bahwa pihaknya telah menjadwalkan agenda Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di 16 November 2026. F
“Eh, apakah beliau akan diumumkan sebagai salah satu pimpinan di partai, kita tunggu tanggal mainnya,” kata Ahmad Ali dikutip Senin (26/10/2026).
Adapun Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia Kota Solo, Wawanto mengatakan bahwa ada permintaan khusus dari Jokowi. Ia menekankan bahwa setiap keputusan organisasi harus melalui prosedur yang berlaku.
Jokowi diklaim merasa penunjukkan dirinya sebagai ketua dewan pembina apalagi ketua umum tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa proses pengusulan dari internal partai.
“Beliau menyampaikan bahwa organisasi ini ada mekanismenya. Jadi tidak ujuk-ujuk, beliaunya mau menjadi ketua dewan pembina,” kata Wawanto.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia Ronald Aristone Sinaga mengungkapkan bahwa partainya terbuka terhadap aspirasi para kader di daerah, termasuk soal pengangkatan dari Jokowi di PSI.
Ia menyebut sejumlah suara dari akar rumput menginginkan mantan presiden itu menempati posisi penting di tingkat pusat, baik sebagai ketua umum maupun ketua dewan pembina.
Baca Juga: Sosok ‘Jokowi Baru’ Akan Segera Lahir di Indonesia
“Ada yang menginginkan jadi ketua umum, ada yang menjadi pembina, semua kita tampung. Tidak ada yang kita tahan, tidak ada yang kita sembunyikan,” kata Ronald Aristone Sinaga.
