
Pemerintah menyiapkan empat program stimulus ekonomi dengan anggaran total sekitar Rp31 triliun untuk mendorong aktivitas ekonomi pada kuartal IV 2026. Program tersebut mencakup pembukaan rekening gratis, bantuan beras, bantuan subsidi upah, serta diskon transportasi untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026–2027.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, salah satu program yang disiapkan adalah pembukaan rekening bank gratis bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas. Program ini memiliki anggaran Rp1,28 triliun dan setiap rekening akan memperoleh dana awal Rp50.000.
“Ini sudah ada direktif Presiden bahwa program satu orang satu rekening ini dijalankan di kuartal IV. Anggarannya Rp 1,28 triliun,” kata Airlangga dalam laporan pada Sidang Kabinet Paripurna, Minggu (25/10/2026).
Program berikutnya berupa bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp17,54 triliun untuk bantuan tersebut.
Selain itu, pemerintah menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi 13,3 juta pekerja dengan gaji Rp3,5 juta ke bawah. Bantuan sebesar Rp300.000 per bulan tersebut direncanakan dibayarkan sekaligus pada November atau Desember 2026. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp11,97 triliun.
Pemerintah juga menyiapkan insentif transportasi guna meringankan biaya perjalanan masyarakat selama libur akhir tahun. Program ini mencakup tiket pesawat, kereta api, kapal laut, serta angkutan penyeberangan.
Airlangga menyebut program diskon transportasi telah disetujui sebelumnya dan ditujukan untuk membantu masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi.
“Jadi ini program yang sebetulnya program yang ini sudah disetujui di bulan pertengahan tahun ini, efeknya kepada 16,6 juta dan biayanya sekitar Rp 883,4 miliar,” ujar Airlangga.
Untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, pemerintah memberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% atas komponen tarif dasar dan biaya tambahan bahan bakar yang memenuhi ketentuan. Diskon juga mencakup 50% biaya layanan bandara tertentu.
Insentif penerbangan berlaku untuk periode perjalanan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan pembelian tiket yang memenuhi ketentuan mulai 20 Oktober 2026. Pemerintah memperkirakan sekitar 3,75 juta penumpang dapat memanfaatkan fasilitas tersebut, dengan anggaran Rp722 miliar.
Sementara itu, tiket kereta api mendapatkan diskon 30% untuk pemesanan mulai 7 November 2026. Program ini ditargetkan menjangkau satu juta penumpang dengan anggaran Rp95,4 miliar.
Untuk angkutan kapal laut, pemerintah memberikan diskon 30% pada tarif dasar penumpang. Pemesanan tiket dengan insentif dimulai 19 Oktober 2026, dengan anggaran Rp38,3 miliar dan target 414.600 penumpang.
Adapun pada angkutan feri penyeberangan, pemerintah membebaskan 100% tarif jasa kepelabuhanan. Program yang dimulai 7 November 2026 ini memiliki anggaran Rp27,7 miliar dan ditargetkan menjangkau 1,42 juta penumpang.
Melalui rangkaian stimulus tersebut, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, biaya perjalanan selama libur akhir tahun lebih terjangkau, dan aktivitas ekonomi meningkat menjelang pergantian tahun.
