
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan investor pasar modal agar tidak terburu-buru menjual saham hanya karena panik menyusul pengumuman MSCI terkait pasar saham Indonesia. Investor diminta mencermati informasi yang akurat dan terverifikasi sebelum mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian pasar.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan pihaknya memahami kekhawatiran investor, terutama investor ritel domestik, setelah pengumuman penyedia indeks global tersebut memicu respons di pasar.
Menurut Hasan, situasi ini perlu diimbangi dengan penyampaian informasi yang jelas, berimbang, dan berdasarkan fakta. Dengan begitu, investor dapat memahami perkembangan pasar secara menyeluruh dan tidak mengambil keputusan hanya karena terpengaruh sentimen sesaat.
Sebagai langkah untuk merespons kondisi tersebut, OJK bersama para pemangku kepentingan pasar modal menggelar serangkaian pertemuan pada Sabtu dan Minggu, sebelum perdagangan kembali dibuka pada Senin. Pertemuan itu melibatkan analis, ekonom, anggota bursa, pengelola dana, manajer investasi, pengelola dana pensiun, perusahaan asuransi, hingga media.
“Kami juga melakukan pertemuan dengan stakeholders dari kalangan analis, ekonom, kemudian para anggota bursa, termasuk perwakilan dari pengelola dana, manajer investasi, dana pensiun, asuransi dan bahkan media,” ujar Hasan ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut menjadi forum dialog untuk menjawab berbagai pertanyaan dan memastikan informasi dari otoritas maupun regulator dapat diakses lebih luas. Langkah ini diharapkan membantu investor memperoleh gambaran yang lebih utuh sebelum menentukan strategi investasi.
Hasan berharap, informasi yang jelas dan terverifikasi dapat meredakan kekhawatiran pelaku pasar sehingga perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali berlangsung secara wajar.
Ia menegaskan bahwa keputusan investasi tetap menjadi hak masing-masing investor. Ada investor yang memilih menjual saham, sementara investor lainnya justru melihat kondisi pasar sebagai peluang untuk membeli. Namun, keputusan tersebut sebaiknya dibuat berdasarkan pertimbangan yang matang, bukan semata-mata karena rasa takut.
Baca Juga: MSCI Bukan Sekadar Status Pasar, tapi Penentu Kepercayaan Investor ke Indonesia
Baca Juga: MSCI Guncang Pasar Saham RI, Reformasi Jadi Taruhan Kepercayaan Investor
Baca Juga: OJK Tegaskan Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Presiden Beri Dukungan
“Kalau menjual hanya karena kepanikan, ketakutan yang tidak berlandaskan informasi yang lengkap, tentu sangat disayangkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hasan menyampaikan bahwa BEI telah memperoleh kepastian untuk menggelar pertemuan dengan penyedia indeks global tersebut pada Senin. BEI juga telah menyampaikan respons awal melalui sejumlah kebijakan untuk menjawab kebutuhan pasar dan merespons perkembangan terkini.
Dia berharap, komunikasi yang lebih terbuka serta langkah pembenahan yang dilakukan otoritas dan penyelenggara bursa dapat membantu investor menyikapi gejolak pasar secara lebih rasional. Transparansi dan ketersediaan informasi yang dapat diverifikasi dinilai penting agar investor bisa menentukan langkah investasi sesuai pertimbangan dan strategi masing-masing.
