
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, di tengah polemik soal jenjang pendidikan Gibran, Jokowi tetap menegaskan satu hal, yakni putranya telah menyelesaikan pendidikan sarjana atau S1.
“Kita menghormati putusan MK beserta tahapan-tahapan yang ada, termasuk di dalamnya pertimbangan hukum yang diberikan dan yang paling penting kita semua menghormati dari konstitusi yang kita miliki,” kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026).
Meski demikian, Jokowi mengingatkan publik agar memahami bahwa sistem pendidikan di setiap negara tidak selalu memiliki jenjang dan jalur yang sama. Menurutnya, perbedaan sistem tersebut penting untuk menjadi dasar dalam melihat perjalanan pendidikan seseorang.
Baca Juga: Gibran Disuruh Ambil Paket C, Ainun Najib: Itu Analoginya Kayak Suruh Habibie Kuliah S1 Lagi
“Setiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda-beda. Kalau kita tahapan dari bawah ada SD, SMP, SMA, S1 atau ada di sini juga Diploma,” ujarnya.
Jokowi kemudian membandingkan sistem pendidikan di Indonesia dengan sistem pendidikan di luar negeri. Ia menyebut ada negara yang menggunakan jalur pendidikan berbeda sebelum seseorang melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Di luar ada sistemnya sendiri. Ada yang seperti kita SD, SMP kemudian secondary school. Kemudian masuk universitas tapi juga ada sistem yang lewat program pathway kemudian Diploma dan S1-nya,” lanjut dia.
Bagi Jokowi, perbedaan jalur tersebut tidak seharusnya diabaikan ketika membahas latar belakang pendidikan Gibran. Ia pun kembali menegaskan bahwa Gibran telah menyelesaikan pendidikan S1.
Baca Juga: Fahri Hamzah: Ada yang Ingin Ganggu Kepemimpinan Prabowo dengan Menyingkirkan Gibran Dulu
“Saya kira setiap negara sistemnya berbeda-beda. Dan yang paling penting Mas Wapres ini sudah menyelesaikan S1. Kalau menyelesaikan S1 mestinya sudah melewati tahapan sebelumnya. Kalau di sini SMA-nya sudah selesai. Kalau belum ya tidak bisa daftar ke S1-nya,” tegas Jokowi.
