Tuesday, October 6News That Matters

PSI Serius Usulkan Fatimah Azzahra Masuk Bakom, Dian Sandi: Bukan Candaan


Wacana Berita, Jakarta –

Juru Bicara PSI Dian Sandi Utama menegaskan kembali bahwa usulannya agar Fatimah Azzahra bergabung dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI disampaikan secara serius, bukan sekadar candaan.

Menurut Dian, gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan pemerintah membangun komunikasi yang lebih efektif dengan generasi muda, terutama Gen Z. Ia menilai figur muda seperti Fatimah memiliki kedekatan dalam cara berkomunikasi dengan kelompok seusianya.

“Saya tidak sedang bercanda ketika dulu mengusulkan Fatimah masuk Bakom,” ujar Dian, Selasa (6/10/2026).

Dian mengatakan kemampuan memahami pola komunikasi generasi muda menjadi salah satu alasan dirinya menyampaikan usulan tersebut. “Sebagai anak muda, dia mengerti cara berbicara dengan sesama generasinya,” tukasnya.

Ia menilai pendekatan komunikasi terhadap Gen Z memiliki tantangan tersendiri bagi generasi yang lebih tua. “Generasi yang secara komunikasi tentu semakin susah dijangkau oleh orang seperti saya yang paruh baya menuju lansia,” imbuhnya.

Bagi Dian, figur muda dapat berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan Gen Z. Ia menilai persoalannya bukan karena generasi tersebut tidak peduli terhadap kondisi negara.

“GenZ itu tidak apatis terhadap kondisi Negara, tapi mereka tidak percaya pada penyelenggaranya, hal ini yang membutuhkan jembatan,” tegasnya.

Dian juga mengingatkan posisi Gen Z sebagai kelompok audiens besar dalam komunikasi publik. “Jangan lupa bahwa mereka adalah audiens terbesar hari ini,” tandasnya.

Baca Juga: PSI Tantang Publik Tunjukkan Figur Wakil Prabowo yang Lebih Baik daripada Gibran

Karena itu, ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan kelompok tersebut. “Kita bisa saja mengabaikan mereka tapi harus siap juga dengan ledakannya,” kuncinya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto disebut telah melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Syahganda sebelumnya dikenal kritis terhadap pemerintah, namun kini disebut ditarik masuk dengan harapan dapat memberikan dampak dan pengaruh positif.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *