
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan listrik atau hybrid tumbuh 34,67% secara tahunan (yoy) menjadi Rp26,20 triliun pada Agustus 2026. Namun, pertumbuhan itu juga diiringi dengan tantangan berupa perkembangan pasar dan kesiapan ekosistem pendukung.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan pembiayaan terus berkembang dan menjadi salah satu area ekspansi industri multifinance.
“Dapat kami sampaikan bahwa pembiayaan kendala listrik oleh Multifinance atau perusahaan pembiayaan terus tumbuh dan menjadi salah satu area ekspansi,” kata Agusman dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB September, Senin (5/10/2026).
Agar kinerja semakin berkembang, pembiayaan kendaraan listrik perlu diikuti perhatian terhadap kondisi pasar dan ekosistem.
“Dalam pengembangnya, pembiayaan kendaraan listrik tentu perlu memperhatikan berbagai tantangan. Antara lain perkembang pasar serta kesiapan ekosistem pendukungnya,” ucapnya.
Sementara itu, pada segmen kendaraan bermotor, total pembiayaan per Agustus 2026 terkontraksi 0,68% secara tahunan menjadi Rp403,02 triliun.
