Tuesday, September 29News That Matters

BI Rate Diprediksi Bakal Naik Lagi Demi Stabilkan Rupiah


Wacana Berita, Jakarta –

PT Bank HSBC Indonesia memperkirakan pertumbuhan rupiah hingga 2027 akan tetap stabil dan BI Rate akan naik satu kali lagi hingga akhir 2026 sebelum mengakhiri siklus pengetatan moneter.

Chief Asia Economist HSBC Frederic Neumann menilai sebagian besar langkah stabilisasi rupiah telah dilakukan BI sehingga kenaikan berikutnya diperkirakan menjadi penyesuaian terakhir.

“Kami memperkirakan masih akan ada satu kali kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun ini, tetapi setelah itu siklus pengetatan akan berakhir,” kata Neumann dalam media briefing HSBC Indonesia Summit 2026 di The St. Regis Jakarta, Jakarta pada Selasa (29/9/2026).

Selama ini, kenaikan BI Rate sudah cukup agresif untuk meredam rupiah. Bahkan, dampaknya sudah terlihat dari rupiah yang stabil dan arus modal yang mulai kembali masuk.

“Kita sudah melihat mulai munculnya stabilitas pada rupiah dan arus modal mulai kembali masuk. Karena itu, kami memperkirakan memasuki tahun depan rupiah akan bergerak dalam rentang yang relatif sempit,” ujarnya.

Usai kenaikan setelah satu kali itu, selanjutnya BI masih memiliki ruang untuk menggunakan instrumen lain guna menyesuaikan kondisi moneter salah satunya melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menyerap sebagian likuiditas.

“Apabila ada perubahan kebijakan setelah satu kali kenaikan suku bunga tersebut, kemungkinan BI sesekali akan menggunakan SRBI untuk menyerap sebagian dari likuiditas untuk menyempurnakan, pada dasarnya, kondisi moneter,” kata Neumann.

Dengan menggunakan SRBI dinilai menjadi penyesuaian kecil dalam arah kebijakan moneter.

“Namun, ini hanya merupakan penyesuaian kecil,” ujarnya.

Sedangkan, dari sisi pertumbuhan ekonomi, Neumann tidak melihat kebijakan suku bunga yang lebih tinggi akan otomatis membatasi aktivitas domestik. Justru, pertumbuhan kredit perbankan masih terlihat menguat khususnya pada pada kredit investasi dan modal kerja.

“Jika melihat pertumbuhan kredit perbankan, justru penyaluran kredit untuk investasi telah meningkat cukup signifikan. Kredit modal kerja juga meningkat,” kata Neumann.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *