Wednesday, September 23News That Matters

Business

Beda Sikap Rocky Gerung ke Prabowo dan Jokowi, PSI: Memang Tidak Suka Saja

Beda Sikap Rocky Gerung ke Prabowo dan Jokowi, PSI: Memang Tidak Suka Saja

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Sikap pengamat politik Rocky Gerung terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Rocky yang selama ini dikenal vokal mengkritik pemerintah, disebut Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama kini menunjukkan sikap yang berbeda dibandingkan ketika Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih memimpin. Perubahan tersebut kemudian memunculkan dugaan mengenai alasan di balik sikap Rocky. Namun, Dian menilai persoalannya bukan karena Rocky berada dalam tekanan maupun tersandera kepentingan politik tertentu. Menurutnya, perbedaan sikap tersebut justru berkaitan dengan pandangan Rocky terhadap Jokowi. Ia menilai Rocky memang memiliki persoalan tersendiri terhadap mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut....
Prabowo Seorang Pemimpin yang Peragu

Prabowo Seorang Pemimpin yang Peragu

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan, Amien Rais melontarkan kritik terhadap gaya kepemimpinan sang presiden. Bukan sekadar soal kebijakan, Amien menilai persoalan yang lebih mendasar ada pada ketegasan Prabowo dalam menghadapi berbagai persoalan pemerintahan. Amien Rais bahkan menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Ia menilai kondisi tersebut perlu segera dievaluasi karena sejumlah persoalan nasional membutuhkan tindakan yang cepat dan tegas. "Saya terpaksa menyimpulkan, ternyata Prabowo seorang pemimpin yang peragu, hesitating, tidak tegas, indecisif," ucap Amien Rais dalam kanal Youtube pribadinya, dikutip Minggu (20/9/2026). Baca Juga: Prabowo Tegas: Tak Ada yang Kasihan kepada...
Saya Bersumpah Melihat Indonesia Sejahtera, Tak Boleh Ada Orang Lapar

Saya Bersumpah Melihat Indonesia Sejahtera, Tak Boleh Ada Orang Lapar

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan tekadnya membawa Indonesia menuju kesejahteraan. Ia menyebut tidak boleh ada lagi masyarakat yang hidup dalam kelaparan, orang tua kebingungan ketika anaknya sakit, maupun anak-anak yang pergi ke sekolah tanpa asupan gizi yang cukup. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam. Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan dirinya menerima mandat dari rakyat Indonesia dengan tekad menjadikan Indonesia sebagai negara yang terhormat dan rakyatnya hidup sejahtera. Ia pun secara khusus menyoroti persoalan kelaparan serta pemenuhan gizi anak...
Tak Ada Bangsa yang Kasihan kepada Indonesia

Tak Ada Bangsa yang Kasihan kepada Indonesia

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melontarkan pesan tegas soal kemandirian Indonesia. Di tengah dunia yang masih dibayangi konflik dan perang, Prabowo mengingatkan bahwa bangsa yang tidak mampu berdiri di atas kaki sendiri tidak bisa berharap mendapat pertolongan cuma-cuma dari negara lain. Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Ia menekankan Indonesia tidak boleh menggantungkan masa depannya pada belas kasihan bangsa lain. "Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain. Kita tidak boleh berharap dikasihani bangsa lain. Tidak ada bangsa yang kasihan kepada kita,” katanya. Baca Juga: Prabowo: Saya Bersumpah Melihat Indonesia Sejahtera, Tidak ...
Ikuti Gaya Trump, Prabowo Nampaknya Benci dengan Pakar

Ikuti Gaya Trump, Prabowo Nampaknya Benci dengan Pakar

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyentil sejumlah pakar pengkritik pemerintah mendapat respons dari Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Henri Subiakto. Henri menilai sikap tersebut menunjukkan kecenderungan yang disebutnya sebagai anti-intellectualism. "Prabowo nampaknya tidak suka bahkan benci dengan Pakar, terutama pada mereka yang mengritiknya. Sikap seperti ini sering disebut anti-intellectualism, merujuk pada orang atau pemimpin yang bersikap skeptis, tidak percaya, bahkan bermusuhan terhadap intelektual, akademisi, kaum terdidik, serta kegiatan intelektual yang disebut pakar," tulisnya di akun X, dikutip Minggu (20/9/2026). "Pakar atau kaum intelektual dianggap sebagai kelompok yang berbeda dari 'rakyat biasa...
Jangan Percaya Antek Asing, Mereka Ingin Kita Miskin Selamanya

Jangan Percaya Antek Asing, Mereka Ingin Kita Miskin Selamanya

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada para santri Pondok Modern Darussalam Gontor agar tidak mudah mempercayai berbagai informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta generasi muda memiliki sikap kritis dan tidak begitu saja menelan narasi yang muncul di dunia maya. Dalam pidatonya pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026), Prabowo juga menyinggung pihak yang ia sebut sebagai "antek-antek asing". Menurut Prabowo, pihak tersebut memiliki uang dan dapat membayar buzzer untuk memainkan isu di media sosial. "Jangan percaya mereka-mereka yang saya katakan antek-antek asing, jangan percaya mereka. Mereka punya uang, mereka bisa bayar buzzer, mereka bisa main ...
Mahfud Bilang Mustahil Nusron Wahid Tak Tahu Suap HGB, KPK Jawab Begini

Mahfud Bilang Mustahil Nusron Wahid Tak Tahu Suap HGB, KPK Jawab Begini

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) Summarecon di lingkungan Kementerian ATR/BPN terus bergulir dan menyeret perhatian ke posisi Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Terlebih, Mantan Menko Polhukam Mahfud MD sebelumnya mempertanyakan kemungkinan Nusron tidak mengetahui perkara yang melibatkan sejumlah pejabat di bawah kementeriannya.  Menanggapi hal itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan proses penyidikan masih berada pada tahap awal. Menurutnya, penyidik saat ini masih berfokus melengkapi alat bukti tambahan sebelum mengembangkan konstruksi perkara lebih jauh. Baca Juga: Sebelum Kantornya Digeledah KPK, Nusron Wahid Ternyata Sudah Cabut sebagai Pengurus Golkar "Saat ini masih tahap awal pasca peristiwa tertangkap tangan dalam t...
Porsche Merah Terperosok ke Parit di Tol Desari, Pengemudi Selamat

Porsche Merah Terperosok ke Parit di Tol Desari, Pengemudi Selamat

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah mobil Porsche berwarna merah terjadi di ruas Tol Depok-Antasari (Desari), Depok, Jawa Barat. Mobil tersebut terguling dan masuk ke saluran air setelah diduga kehilangan kendali saat melintas dalam kondisi hujan. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 18.45 WIB di KM 4+200 B Tol Desari, dari arah Sawangan menuju Antasari. Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh membenarkan kecelakaan tersebut. Menurut dia, mobil Porsche dikemudikan oleh seorang warga Jakarta Barat berinisial NAI. Saat kejadian, hujan tengah mengguyur kawasan tersebut. Pengemudi diduga tidak menyadari adanya genangan air di jalan. Kendaraan kemudian kehilangan kendali dan pengemudi membanting setir ke kiri hingga menabrak pemba...
Ketika Keberhasilan Justru Menjadi Masalah

Ketika Keberhasilan Justru Menjadi Masalah

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Ada sesuatu yang lebih berbahaya daripada praktik manajemen yang gagal: praktik manajemen yang berhasil. Kegagalan membuat kita bertanya. Keberhasilan membuat kita ingin mengulanginya di mana-mana. 3M pernah mengalami paradoks itu. Perusahaan yang lama identik dengan inovasi ini menemukan bahwa sesuatu yang membuatnya lebih baik ternyata juga bisa membuatnya kehilangan sesuatu yang berharga. Pada 2001, Jim McNerney menjadi CEO 3M. Mantan eksekutif General Electric itu membawa pendekatan manajemen yang telah memiliki reputasi kuat: Six Sigma. Logikanya sulit dibantah. Kurangi variasi, tekan kesalahan, gunakan data, tingkatkan kualitas, dan buat proses lebih dapat diprediksi. 3M menerapkannya secara luas. Hasilnya terlihat: kualitas meningkat dan ...
Bukan Teddy Apalagi Bahlil, Menteri Ini Dipuji-puji Prabowo

Bukan Teddy Apalagi Bahlil, Menteri Ini Dipuji-puji Prabowo

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan pujian terbuka kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Di tengah sorotan terhadap kinerja jajaran pemerintahannya, Prabowo menyebut Amran sebagai sosok yang berhasil membuat target swasembada pangan berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan awal. Prabowo mengungkapkan, semula dirinya memberikan waktu empat tahun untuk mencapai swasembada pangan. Namun, ia menilai target tersebut dapat dipercepat menjadi hanya satu tahun, khususnya dalam pencapaian swasembada beras. "Saya beri waktu tadinya swasembada pangan 4 tahun. Tapi terus terang aja saya harus mengakui saya punya tim pertanian, saya punya Menteri Pertanian yang hebat," kata Prabowo. Baca Juga: Prabowo Tegas: Tak Ada yang Kasihan kepada Indonesia Puj...