Monday, September 21News That Matters

Business

Kopdes Merah Putih Bisa Tekan Risiko Kredit Macet Lewat Metode Ini

Kopdes Merah Putih Bisa Tekan Risiko Kredit Macet Lewat Metode Ini

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Upaya pemerintah mendorong Koperasi Merah Putih sebagai motor ekonomi kerakyatan dinilai membutuhkan dukungan sistem penilaian kredit yang lebih modern dan adaptif.  Di tengah meningkatnya kredit macet industri pinjaman daring (pindar), penggunaan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) atau Innovative Credit Scoring (ICS) disebut dapat menjadi instrumen penting untuk menjaga kualitas pembiayaan koperasi tanpa menghambat akses kredit anggota. Pengamat perbankan dan keuangan digital, Dr. A. Iskandar Zulkarnain, menilai penguatan mitigasi risiko menjadi tantangan penting dalam pengembangan ekosistem Koperasi Merah Putih, terutama karena karakter anggota koperasi tidak selalu memiliki histori kredit formal yang memadai. Menurutnya, pendekatan penilaia...
Purbaya Cs Tak Mau Duit Negara Numpuk di Akhir Tahun, Belanja Negara Kuartal I Tembus 25%

Purbaya Cs Tak Mau Duit Negara Numpuk di Akhir Tahun, Belanja Negara Kuartal I Tembus 25%

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengubah pola belanja negara pada 2026 dengan mempercepat realisasi anggaran sejak awal tahun guna memperkuat multiplier effect terhadap perekonomian nasional. Melalui strategi tersebut, realisasi konsumsi pemerintah pada kuartal I-2026 tercatat mencapai sekitar 25% dari total konsumsi tahunan. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kemenkeu, Herman Saherudin, mengatakan selama ini penyerapan anggaran pemerintah cenderung menumpuk pada triwulan III dan IV. Karena itu, pemerintah mulai merapikan pola belanja agar dampak fiskal terhadap ekonomi dapat dirasakan lebih cepat. “APBN sebagai instrumen fiskal utama yang kami punya, menunda konsumsi itu artinya menunda multiplier effect yang ma...
Seperti di Brasil, Polisi Kerahkan Sniper saat Gerebek Kampung Narkoba di Samarinda

Seperti di Brasil, Polisi Kerahkan Sniper saat Gerebek Kampung Narkoba di Samarinda

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Puluhan aparat bersenjata lengkap bergerak memasuki perkampungan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur untuk menangkap bandar narkoba. Polisi bahkan menerjunkan sniper di sejumlah titik strategis untuk memburu bandar narkotika yang hingga kini masih berkeliaran. Penggerebekan dilakukan sebagai bagian dari upaya aparat membongkar jaringan peredaran narkoba yang telah lama meresahkan masyarakat. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, mengatakan operasi digelar dengan pengamanan ketat karena kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi. Penembak jitu disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan perlawanan maupun upaya pelarian dari target operasi. Kehadiran sniper dan personel bersenjata laras panjang membuat suasana di...
Legislator DPR dari Gerindra ini Luruskan Pernyataan Prabowo soal ‘Orang Desa Tidak Pakai Dolar’

Legislator DPR dari Gerindra ini Luruskan Pernyataan Prabowo soal ‘Orang Desa Tidak Pakai Dolar’

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, meluruskan polemik terkait pidato Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk yang menyinggung pernyataan “orang desa tidak pakai dolar”. Bahtra menegaskan bahwa kegaduhan ini bermula dari beredarnya potongan video di media sosial yang menghilangkan konteks utuh dari pidato tersebut. Menurut Bahtra, narasi yang beredar telah menggiring opini seakan-akan Presiden mengabaikan dampak nilai tukar dolar terhadap ekonomi nasional. Padahal, jika disimak secara lengkap, pidato tersebut justru berisi pesan optimisme mengenai kekuatan fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. "Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terha...
Rupiah Melemah, Naikkan Suku Bunga Bisa Jadi Bumerang

Rupiah Melemah, Naikkan Suku Bunga Bisa Jadi Bumerang

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Pegiat media sosial Zulfery Yusal Koto atau Ferry Koto menilai sangat berisiko bagi Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) guna meredam pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal itu disampaikannya menanggapi desakan sejumlah netizen yang meminta BI mengikuti langkah The Fed dengan menaikkan suku bunga. Saat ini rupiah berada di level Rp17.700 per dolar AS. “Menaikkan suku bunga itu sangat berisiko. Saat ini saja suku bunga BI sudah tinggi di 4,75%, di atas The Fed 3,5–3,75%. Dengan suku bunga 4,75% saja, surat utang pemerintah baru menarik di 6,05–6,25%, sekuritas rupiah BI sudah 6,21–6,45%,” tulis Ferry di akun X pribadinya, Selasa (19/5). Menurutnya, jika BI menaikkan suku bunga, dunia usaha bisa terpur...
Milenial Minta Hentikan Narasi Heroik Habibie Turunkan Dolar

Milenial Minta Hentikan Narasi Heroik Habibie Turunkan Dolar

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Pegiat media sosial sekaligus milenial, Rumail Abbas, meminta warganet menghentikan narasi heroik Presiden ke-3 RI B.J. Habibie dalam menurunkan kurs dolar Amerika Serikat (AS) pada 1998–1999. Meski Habibie berhasil memperkuat rupiah dari titik terburuk Rp16.800 per dolar AS menjadi Rp6.500 per dolar AS, Rumail menilai dampaknya justru membuat banyak rakyat jatuh miskin.  “Hentikanlah menyebarkan narasi heroik Pak Habibie yang menurunkan kurs dolar jadi ribuan itu. Milenials kayak saya punya trauma nggak menyenangkan untuk masa-masa seperti itu,” tulisnya di akun X, dikutip Selasa (19/5).. Rumail pun menceritakan pengalaman masa kecilnya setelah rupiah menguat dan kursi kepresidenan beralih ke Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 1999–2001.  “Waktu...
Bursa Pasti Ada Naik Turunnya

Bursa Pasti Ada Naik Turunnya

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan gejolak di pasar modal merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari dinamika investasi. Di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Danantara menyatakan tetap menggunakan pendekatan investasi jangka panjang dan tidak berfokus pada pergerakan pasar harian. Pernyataan tersebut disampaikan Rosan Menurutnya, naik turunnya pasar merupakan bagian dari proses yang lazim terjadi dalam investasi pasar modal. “Jadi kami dari Danantara melihat ini ya memang di bursa pasti ada ups and downs-nya. Tapi kita lihat kembali lagi, pertama dari fundamental perusahaan kami ini baik, mempunyai yield yang tinggi, pricing saat ini sangat baik,” ujar Rosan, saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco ...
UU ASN Dinilai Pisau Bermata Dua, Honorer Harus Diutamakan Masuk PPPK

UU ASN Dinilai Pisau Bermata Dua, Honorer Harus Diutamakan Masuk PPPK

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Implementasi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) Nomor 20 Tahun 2023 yang melarang pengangkatan tenaga honorer dan menargetkan penghapusan secara penuh pada 2027 dinilai menjadi kebijakan pisau bermata dua bagi sektor pendidikan. Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Nurul Aisyah, M.Pd., mengatakan kebijakan ini berpotensi memperbaiki tata kelola guru secara nasional. Namun, keberhasiannya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjamin proses transisi berjalan mulus tanpa mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah. “Kebijakan ini sebenarnya sangat baik karena bertujuan untuk penataan dan peningkatan kualitas guru di Indonesia. Tin...
Pertumbuhan Ekonomi Malaysia Diprediksi Melorot hingga 4,4 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Malaysia Diprediksi Melorot hingga 4,4 Persen

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Maybank Investment Bank memangkas estimasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil Malaysia tahun 2026 dari 4,9 persen menjadi 4,4 persen. Pemangkasan ini disebabkan risiko berkepanjangan konflik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasokan global, mendorong harga minyak mentah naik, serta meningkatkan biaya pengiriman. Lembaga riset tersebut menyatakan prospek ekonomi Malaysia kini berada di bawah tekanan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik ini berpotensi terus mengganggu arus perdagangan global, memicu inflasi, dan membebani pengeluaran konsumen. "Konflik tersebut telah meningkatkan risiko gangguan ekonomi melalui harga minyak mentah yang tetap tinggi, penurunan tajam pergerakan kapal melalui Selat Hormuz, lonjakan ta...
Viral Harga Jual LPG di Kopdes Merah Putih: Mimpi Buruk Tukang Getok

Viral Harga Jual LPG di Kopdes Merah Putih: Mimpi Buruk Tukang Getok

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Nganjuk, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung gerai tersebut pada Sabtu (16/5/2026). Perhatian netizen tertuju pada harga LPG 3 kilogram yang disebut dijual hanya Rp16.000 per tabung. Harga gas melon yang dinilai lebih murah dibanding harga eceran umum itu langsung memicu perdebatan di media sosial. Sebagian netizen memuji langkah koperasi desa yang dianggap mampu menjual barang subsidi sesuai harga resmi pemerintah. Baca Juga: Menkop Tindak Lanjuti Masukan Masyarakat Soal Kondisi dan Lokasi Kopdes Merah Putih Akun X @ruliemaulana menyebut harga tersebut menjadi bukti bahwa koperasi desa dapat memangkas praktik permainan harga di tingkat pengecer. “Bagus bange...