Sunday, September 27News That Matters

Business

‘Kami Tak Butuh Mereka,’ Amerika Klaim Mampu Bersihkan Ranjau Iran Sendirian Tanpa Bantuan Dunia

‘Kami Tak Butuh Mereka,’ Amerika Klaim Mampu Bersihkan Ranjau Iran Sendirian Tanpa Bantuan Dunia

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim banyak negara menawarkan bantuan untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz pasca-kesepakatan damai antara Washington dan Teheran. Meski demikian, Trump menegaskan AS tidak membutuhkan bantuan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Trump saat ditanya apakah dirinya menginginkan negara-negara Eropa mengirim kapal penyapu ranjau untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Baca Juga: Iran Menang Perang? Bocoran Kesepakatan Sinyalkan Amerika Setuju Cabut Sanksi hingga Bayar Rp4.800 T "Kami tidak membutuhkan mereka, tetapi jika mereka ingin mengirimkannya, saya pikir itu bagus," kata Trump, dikutip Kamis (18/6). Trump mengungkapkan sejumlah negara yang memiliki kemampuan dan pe...
‘Kalau Berpolitik Jangan Kayak Jualan Obat, yang Santun’

‘Kalau Berpolitik Jangan Kayak Jualan Obat, yang Santun’

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Pengacara Firdaus Oiwobo meminta mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghentikan narasi yang dinilai memprovokasi masyarakat terkait kondisi ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Firdaus menilai pernyataan Anies yang menyebut negara dalam kondisi genting merupakan penilaian yang salah dan berlebihan. Menurutnya, situasi ekonomi saat ini lebih dipengaruhi dinamika geopolitik global dibanding faktor domestik. "Pak Anies, kalau berpolitik itu jangan kayak orang jual obat ya, segala ikut-ikutan membuat statement seakan-akan negara dalam keadaan genting. Negara lagi baik-baik saja. Kenaikan harga bensin Pertamax kemarin itu karena Selat Hormuz ditutup akibat konflik Iran, da...
‘Market Sudah Cerdas,’ Trump Bongkar Alasan Iran dan Amerika Begitu Cepat Berdamai

‘Market Sudah Cerdas,’ Trump Bongkar Alasan Iran dan Amerika Begitu Cepat Berdamai

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keputusan berdamai dengan Iran diambil demi mencegah dunia jatuh ke dalam krisis ekonomi yang lebih besar. Menurutnya, tanpa kesepakatan dengan Teheran, dunia berisiko menghadapi depresi ekonomi global. Trump mengatakan dampak positif perdamaian sudah mulai terlihat dari respons pasar keuangan dan penurunan harga minyak dunia. Baca Juga: Serius Evaluasi, Pemerintah Indonesia Tak Lagi Berikan Insentif Tinggi untuk Semua Dapur MBG "Tidak ada yang lebih cerdas daripada pasar," kata Trump, dikutip Kamis (18/6). Ia menyebut pasar saham global melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir setelah kabar tercapainya nota kesepahaman antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. "Pasar t...
Bocoran Intel China Soal Jalan Negosiasi Kedua Iran dan Amerika: Jauh Lebih Alot

Bocoran Intel China Soal Jalan Negosiasi Kedua Iran dan Amerika: Jauh Lebih Alot

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - China membocorkan bahwa jalan menuju perdamaian permanen antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih akan penuh tantangan. Beijing menilai fase lanjutan negosiasi kedua negara justru akan jauh lebih sulit dibanding tahap awal yang menghasilkan nota kesepahaman damai. Peringatan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar menjelang penandatanganan nota kesepahaman AS-Iran di Swiss. Baca Juga: Media Israel Bocorkan Isi Perjanjian Damai Iran-Amerika, Pantas Netanyahu Sampai Geram "Dapat diperkirakan bahwa dibandingkan dengan tahap pertama, tahap kedua negosiasi akan lebih sulit," kata Wang Yi, dikutip dari AFP, Kamis (18/6/2026). Menurut Wang, kesepakatan yang tel...
‘Kami Tidak Punya Uang,’ Amerika Tak Akan Gelontorkan Ratusan Miliar Dolar ke Iran

‘Kami Tidak Punya Uang,’ Amerika Tak Akan Gelontorkan Ratusan Miliar Dolar ke Iran

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah keras laporan yang menyebut Washington akan terlibat dalam pendanaan rekonstruksi dan investasi di Iran pasca-kesepakatan damai kedua negara. Trump menyebut laporan mengenai dana investasi dan rekonstruksi senilai US$300 miliar sebagai informasi yang tidak benar. Baca Juga: Bocoran Intel China Soal Jalan Negosiasi Kedua Iran dan Amerika: Jauh Lebih Alot "Itu salah. Salah," kata Trump, dikutip Kamis (18/6). Trump menegaskan pemerintah AS tidak memiliki dana khusus untuk Iran dan tidak akan mengeluarkan uang dalam bentuk apa pun untuk mendukung investasi di negara tersebut. "Kami tidak berinvestasi. Kami bahkan tidak mengeluarkan sepuluh sen pun. Kami tidak memiliki dana itu," ujarnya. Menurut ...
Donald Trump Ancam Bom Iran Lagi, Tuntut Kesepakatan Harus Untungkan Amerika

Donald Trump Ancam Bom Iran Lagi, Tuntut Kesepakatan Harus Untungkan Amerika

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran bahwa perdamaian yang baru dicapai kedua negara masih jauh dari kata final. Ia bahkan mengancam akan kembali melancarkan serangan militer apabila Teheran tidak menunjukkan perilaku yang sesuai dengan kesepakatan. Trump menegaskan bahwa memorandum of understanding (MoU) yang telah disepakati dengan Iran hanyalah kerangka awal dan belum merupakan perjanjian yang mengikat secara penuh. Baca Juga: Iran Menang Perang? Bocoran Kesepakatan Sinyalkan Amerika Setuju Cabut Sanksi hingga Bayar Rp4.800 T "Tidak, ini belum final. Ini hanya memorandum of understanding," kata Trump, dikutip Kamis (18/6). Presiden AS itu kemudian melontarkan peringatan keras kepada Teheran. "Jika saya tidak menyuka...
‘Bermula dari Informasi Berseliweran dari Pejabat dan Media Pendukung Pemerintah Akan Datang ke UGM, Kami Muak!’

‘Bermula dari Informasi Berseliweran dari Pejabat dan Media Pendukung Pemerintah Akan Datang ke UGM, Kami Muak!’

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Mahasiswa UGM memberikan klarifikasi terkait aksi pengusiran sejumlah pejabat negara yang berujung ricuh di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada Senin (15/6/2026) malam. Dalam acara diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM menghadirkan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, pada Senin (15/6) malam.  Mereka menegaskan bahwa aksi protes tersebut merupakan ekspresi ketidakpercayaan dan rasa muak yang mendalam terhadap pemerintah. "Bermula dari unggahan yang berseliweran bahwa para pejabat negara dan media pendukungnya akan datang ke UGM. Kami yang sudah muak lantas berkumpul dan menolak tinggal diam," kata Juru Bicara Mahasiswa UGM, Galdwin. Para mahas...
Pigai Minta Tambahan Anggaran Ratusan Miliar Hanya Beberapa Menit Sebelum Rapat, Rieke: ‘Jangan Konyol Dong!’

Pigai Minta Tambahan Anggaran Ratusan Miliar Hanya Beberapa Menit Sebelum Rapat, Rieke: ‘Jangan Konyol Dong!’

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Komisi XIII DPR RI menolak usulan tambahan anggaran dukungan manajemen yang diajukan Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM). Anggaran senilai Rp267 miliar tersebut sebelumnya diminta Menteri HAM Natalius Pigai untuk membiayai gaji 500 pegawai baru yang telah direkrut. Keputusan itu diambil dalam rapat kerja antara Komisi XIII DPR dan Menteri HAM Natalius Pigai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026). DPR hanya menyetujui tambahan anggaran yang dialokasikan untuk program pemajuan dan penegakan HAM. Sebelumnya, pagu indikatif KemenHAM untuk Tahun Anggaran 2027 yang ditetapkan Kementerian Keuangan sebesar Rp728,1 miliar. Dalam rapat tersebut, Pigai mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp492,9 miliar. Dari total usulan itu, Rp224...
Pemerintah Indonesia Terapkan Sistem Grading, Dapur Tak Lagi Bisa Seenak Hati Jalankan Program MBG

Pemerintah Indonesia Terapkan Sistem Grading, Dapur Tak Lagi Bisa Seenak Hati Jalankan Program MBG

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Pemerintah Indonesia bakal menerapkan sistem penilaian atau grading terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya, setiap dapur akan dikelompokkan ke dalam kelas A, B dan C berdasarkan kualitas layanan yang diberikan. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari mengatakan sistem grading tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG secara nasional. Baca Juga: Permohonan Langsung Presiden, Trump Diminta Mendamaikan Semenanjung Korea Usai Bereskan Iran-Amerika "Yang bagus itu A, yang sedang itu B, yang kurang bagus itu C. Kelas-kelas grading dari SPPG itu akan mempengaruhi insentifnya," kata Qodari, dikutip Kamis (18/6). Ar...
Iran Menang Perang? Bocoran Kesepakatan Sinyalkan Amerika Setuju Cabut Sanksi hingga Bayar Rp4.800 T

Iran Menang Perang? Bocoran Kesepakatan Sinyalkan Amerika Setuju Cabut Sanksi hingga Bayar Rp4.800 T

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Bocoran memorandum damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memunculkan pertanyaan besar di dunia internasional: apakah Teheran justru keluar sebagai pihak yang paling diuntungkan dari konflik selama lebih dari 100 hari terakhir? Dikutip Kamis (18/6), dokumen yang dilaporkan Channel 12 Israel memuat sejumlah konsesi besar bagi Iran, mulai dari pelonggaran sanksi, pencairan aset yang dibekukan, hingga pembentukan dana rekonstruksi senilai US$300 miliar atau lebih dari Rp4.800 triliun. Baca Juga: 'Kami Tak Ingin Mengambilnya,' Ini Rencana Amerika Terhadap Bahan Nuklir Iran Usai Damai Dalam dokumen tersebut, AS disebut akan mencabut blokade angkatan laut terhadap Iran, menunda penerapan sanksi baru dan memberikan pengecualian sementara agar Tehe...