Monday, September 28News That Matters

Business

Bikin Suasana Politik Panas! Pakar Preteli Wacana Ambang Batas Pencapresan: Ini Nafsu Monopoli

Bikin Suasana Politik Panas! Pakar Preteli Wacana Ambang Batas Pencapresan: Ini Nafsu Monopoli

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Rencana menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 5 persen mendapat sorotan dari pakar ilmu politik Prof Saiful Mujani. Ia mempertanyakan alasan bahwa kenaikan threshold diperlukan untuk membuat pemerintahan lebih efektif. Menurut Saiful, klaim tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh bukti empiris. Ia menilai keberadaan threshold tidak otomatis menentukan efektivitas pemerintahan. "Suara mereka sering dihubungkan dengan efektivitas pemerintahan. Tapi bukti empirik menunjukkan tidak ada hubungan antara threshold dengan efektivitas pemerintahan," kata Saiful, dikutip dari unggahannya di X, Senin (21/9/2026). Saiful membandingkan sistem politik Belanda dan Turki. Ia menyebut Belanda tidak menerapkan threshold seperti...
Gugatan Ijazah Gibran Seret Rp76 Triliun, Rakyat Disebut Rugi Bandar!

Gugatan Ijazah Gibran Seret Rp76 Triliun, Rakyat Disebut Rugi Bandar!

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Advokat publik Munarman menyoroti gugatan pakar hukum tata negara Denny Indrayana terkait keabsahan syarat pendidikan (ijazah SLTA/sederajat) Gibran Rakabuming Raka saat mendaftar sebagai Calon Wakil Presiden pada Pilpres 2024. Gugatan tersebut diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) dengan nomor registrasi 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Munarman menilai masyarakat sangat dirugikan apabila terdapat persoalan dalam pemenuhan syarat pencalonan tersebut. Ia bahkan menyinggung dugaan kerugian hingga sekitar Rp76 triliun yang merupakan biaya penyelenggaraan Pemilu 2024. "Nah, apakah masyarakat dirugikan, rakyat Indonesia dirugikan? Sangat dirugikan, Pak. Yang satu pertama tidak ada kesetaraan yang sama b...
Menterinya Prabowo Bantah MBG Jadi Biang Kerok Harga Bapok Naik: Malah Stabil

Menterinya Prabowo Bantah MBG Jadi Biang Kerok Harga Bapok Naik: Malah Stabil

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dikaitkan dengan kondisi harga bahan pokok di pasaran. Namun, Menteri Perdagangan Budi Santoso justru menilai program tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, bukan menjadi pemicu kenaikan harga. Ia menyampaikan bahwa MBG berpotensi memberikan dampak positif terhadap penyerapan bahan pokok. Pasalnya, program tersebut membutuhkan berbagai bahan mentah dari petani maupun peternak sebelum diolah menjadi menu makanan. "Ya penyerapannya kan malah bagus. Jadi justru menjadi seimbang (pasokan dengan pasar)," kata Budi dalam kunjungan kerja di Pasar Potrojayan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dikutip dari Antara, Selasa (22/9/2026). Baca Juga: Kopdes Tinggalkan Utang...
Bea Cukai Amankan 30 Kontainer Beras-Garam dan 1.435 Bal Pakaian Bekas Senilai Rp27,3 Miliar

Bea Cukai Amankan 30 Kontainer Beras-Garam dan 1.435 Bal Pakaian Bekas Senilai Rp27,3 Miliar

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Djaka Budi Utama, mengungkapkan telah mengamankan barang impor ilegal dengan nilai sekitar Rp27,339 miliar dalam empat penindakan sepanjang Agustus hingga September 2026. Dalam konferensi pers, Selasa (22/9/2026), DJBC berkerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Badan Urusan Logistik (BULOG), dan Kementerian Perdagangan. Barang yang diamankan terdiri dari 30 kontainer berisi beras dan garam yang tidak sesuai dengan pemberitahuan kepabeanan serta sekitar 1.435 bal pakaian bekas. Djaka mengatakan, penindakan dilakukan di sejumlah lokasi berbeda, yakni perairan Selat Malaka, Pelabuhan Tanjung Merah, kawasan berikat di Bogor, serta salah satu pelabuhan lainnya. Dari total nilai barang yang diamankan, penind...
Tak Ada Parpol yang Bela Jokowi dan Gibran di Kasus Ijazah, Ray Rangkuti Singgung Keharmonisan

Tak Ada Parpol yang Bela Jokowi dan Gibran di Kasus Ijazah, Ray Rangkuti Singgung Keharmonisan

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Polemik yang menyeret nama Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka kembali memunculkan pertanyaan soal sikap partai politik pendukung keduanya. Pengamat politik Ray Rangkuti melihat suara pembelaan lebih banyak datang dari kalangan relawan, sementara partai politik yang pernah berada di barisan pendukung dinilai tidak banyak terlihat. Ray menyoroti pola tersebut dalam dua persoalan yang berkaitan dengan keluarga Jokowi. Salah satunya polemik mengenai dokumen pendidikan Jokowi, sementara yang terbaru menyangkut syarat pendidikan Gibran sebagai calon wakil presiden yang kini masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Di kasus Pak Jokowi, dugaan ijazah palsunya Pak Jokowi, yang muncul itu relawan. Di kasus Gibran, sejauh ini yang saya lihat juga muncul adalah re...
Golkar Hampir Tak Mungkin Jadi Lawannya Prabowo: Parpol Pengawal Hambalang

Golkar Hampir Tak Mungkin Jadi Lawannya Prabowo: Parpol Pengawal Hambalang

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Peta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai memperlihatkan sejumlah kemungkinan termasuk untuk Partai Golkar. Parpol itu dinilai berada dalam posisi yang membuatnya sulit mengambil jalur berseberangan dengan Presiden Prabowo Subianto. Peneliti Senior Citra Institute Efriza mengatakan kalkulasi politik partai tersebut saat ini masih lebih mengarah pada keberlanjutan kerja sama dengan Prabowo. Terlebih, jika politikus itu memutuskan kembali maju sebagai calon presiden pada 2029. Baca Juga: Tunggu Proses Politik, Nusron Wahid Tak Akan Bisa Kabur dari KPK: Aliran Dana Begitu Kuat... "Jika melihat posisi Golkar saat ini, skenario paling realistis masih bersama Prabowo, bukan membentuk poros sendiri," kata Efriza, dikutip Selasa (22/9/2026). Kata Efr...
Kita Mau Ngajar, Bukan Jadi Anjing Pelacak

Kita Mau Ngajar, Bukan Jadi Anjing Pelacak

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Video seorang guru yang mempersoalkan keterlibatan guru dalam pemeriksaan Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam rekaman tersebut, guru yang mengenakan pakaian dinas ASN mempertanyakan kewajiban mengecek makanan sebelum diberikan kepada siswa. Ia memperlihatkan sejumlah ompreng MBG sambil menggambarkan banyaknya makanan yang harus diperiksa jika seluruh menu harus dicek satu per satu. “Ada yang bilang, ini MBG harus dicium-cium dulu, diendus-endus dulu katanya,” kata guru tersebut, dikutip Selasa (22/9/2026). Menurutnya, tugas tersebut berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar. Ia menilai guru seharusnya dapat berkonsentrasi menjalankan tugas utama sebagai pendidik. “Jadi tiba-tiba berubah fungsi guru jadi ...
Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Menanti Prospek Perundingan AS-Iran

Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Menanti Prospek Perundingan AS-Iran

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Harga minyak mentah bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa (22/9/2026) setelah mengalami penurunan dalam beberapa sesi sebelumnya.  Mengutip Reuters minyak Brent berjangka kontrak November naik 22 sen atau 0,22% menjadi US$100,57 per barel pada pukul 00.21 GMT.  Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Oktober yang akan berakhir pada Selasa naik 2 sen atau 0,02% menjadi US$95,80 per barel. Adapun kontrak WTI November yang lebih aktif diperdagangkan naik 13 sen atau 0,14% menjadi US$92,49 per barel. Pergerakan harga tersebut terjadi setelah minyak mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya. Pada Senin, Brent ditutup turun US$3,53 atau 3,4% menjadi US$100,34 per barel, sedangkan WTI Oktober merosot US$4,52 atau...
Kena Sentil Menohok! PSI Disebut Sok-Sokan Mau Kalahkan PDIP Padahal Ambang Batas 5 Persen Aja Ketakutan

Kena Sentil Menohok! PSI Disebut Sok-Sokan Mau Kalahkan PDIP Padahal Ambang Batas 5 Persen Aja Ketakutan

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Wacana kenaikan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen menjadi bahan sindiran pegiat media sosial Chusnul Chotimah terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Chusnul mengaitkan rencana tersebut dengan optimisme PSI yang sebelumnya disebut memiliki peluang meningkatkan perolehan suara dengan dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. “Baru aja kemarin termul bilang, bersama Jokowi maka PSI akan menang pemilu kalahkan PDIP,” kata Chusnul melalui unggahannya di X, dikutip Senin (21/9/2026). Menurut Chusnul, situasi tersebut berubah setelah muncul kesepakatan sejumlah partai politik koalisi pemerintah untuk mendorong ambang batas parlemen menjadi 5 persen. “Sama 5% aja mereka ketakutan mau sok kalahkan PDIP,” ujarnya. Di tengah sindiran te...
Waktunya Buktikan Dia Tidak Sekosong yang Dikatakan

Waktunya Buktikan Dia Tidak Sekosong yang Dikatakan

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Sosok Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menjadi sorotan setelah perkara yang mempersoalkan syarat pendidikannya masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK). Di tengah proses hukum tersebut, aktivis sosial Palti Hutabarat menantang Gibran untuk menggunakan ruang persidangan sebagai kesempatan menjawab langsung persoalan yang kini menjadi perhatian publik. Palti menilai persidangan di MK bukan sekadar tempat para pemohon menyampaikan dalil. Menurut dia, forum tersebut dapat dimanfaatkan Gibran untuk menunjukkan sikap sekaligus memberikan penjelasan di hadapan majelis hakim. Baca Juga: Loyalis Jokowi: Kalau Yakin Syarat Pencalonan Cacat dari Awal, Kenapa Hanya Gibran yang Disasar? Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil ...