Nyaris Sentuh Rp18.000, Ekonom Sebut Rupiah Memikul Banyak Beban Berat
Wacana Berita, Jakarta -
Nilai tukar rupiah yang terus tertekan hingga menembus level Rp17.800 per dolar AS di pasar offshore atau luar negeri mulai memicu kekhawatiran.
Di tengah kondisi tersebut, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai rupiah kini sedang memikul beban ekonomi yang jauh lebih besar dibanding indikator lainnya.
Menurut Fakhrul, tekanan terhadap rupiah terjadi karena pemerintah memilih menahan gejolak harga domestik demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas sosial. Akibatnya, tekanan ekonomi global yang seharusnya tersebar ke berbagai sektor justru terkonsentrasi di pasar valuta asing.
“Rupiah akhirnya menjadi shock absorber utama. Inflasi ditahan, harga energi ditahan, tetapi tekanan ekonominya tidak hilang. Tekanan it...









