Maraknya Take Down karya Jurnalistik. Kebebasan Pers Seakan di Bungkam
Wacana Berita, Surabaya -
Maraknya permintaan penghapusan konten atau istilah Take Down dari produk jurnalistik yang dilakukan beberapa oknum tertentu dinilai tidak boleh dilakukan sembarangan. Pasalnya, akan berpotensi berbenturan dengan kemerdekaan pers dan hak publik memperoleh informasi.
Web Development Rumah Literasi Digital, Fatchur Rohman, secara tegas mengatakan, reputasi digital kini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian masyarakat terhadap seseorang atau lembaga melalui hasil pencarian di internet.
Menurutnya, pengelolaan reputasi sebaiknya dilakukan dengan cara yang etis, seperti memperkuat konten positif atau mengajukan permohonan kepada redaksi sesuai prosedur yang berlaku, bukan meminta pihak ketiga menghapus pemberitaan ( Take Down )
"Pen...









