
KORAN MANDALA –Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (26/10/2026).
Bencana tersebut menyebabkan sedikitnya 520 rumah di tiga desa mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat. Sejumlah fasilitas publik juga terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Yoga Ali Imbran, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil asesmen petugas hingga Selasa (27/10/2026).
645 Bangunan Liar Ditertibkan di Bandung, DPRD Desak Penegakan Aturan Tak Tebang Pilih
“ Hasil asesmen itu ada 520 rumah yang terdampak angin puting beliung di Padalarang, ada rusak berat, sedang dan ringan, tercatat di tiga desa,” kata Yoga, Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan tersebar di Desa Padalarang, Desa Jayamekar, dan Desa Kertajaya. Desa Padalarang menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yakni 398 rumah rusak. Sementara itu, Desa Jayamekar mencatat 95 rumah terdampak dan Desa Kertajaya sebanyak 27 rumah.
Terjangan angin menyebabkan kerusakan pada bagian atap hingga struktur bangunan. Sejumlah genteng dan lembaran seng dilaporkan terlepas, sementara beberapa rumah mengalami kerusakan lebih parah.
Tak hanya rumah warga, bencana tersebut juga berdampak pada sejumlah fasilitas publik, di antaranya masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, serta bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Material bangunan dan pohon tumbang turut menghambat akses di sejumlah titik permukiman. Kondisi tersebut membuat warga bersama petugas gabungan dan relawan bergerak membersihkan puing-puing agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
BPBD Kabupaten Bandung Barat telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat untuk mendukung penanganan darurat dan penyaluran bantuan awal. Petugas bersama warga juga melakukan pembersihan material bangunan serta pohon yang menghalangi akses jalan.
Yoga mengatakan upaya penanganan masih difokuskan pada pembersihan puing dan pemulihan akses menuju wilayah terdampak. Petugas juga membantu warga menutup bagian atap rumah yang rusak menggunakan terpal sementara untuk mengantisipasi hujan susulan.
“Petugas gabungan bersama warga masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat terjangan angin,” ujar Yoga.
Di tengah proses penanganan, BPBD mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga diminta memeriksa kondisi atap rumah, memangkas dahan pohon yang rapuh, serta segera mencari perlindungan di bangunan kokoh ketika angin kencang terjadi.
Dengan ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum terdampak, pendataan lanjutan serta penanganan kebutuhan warga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Padalarang. ***
