
PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan ritel perlengkapan olahraga dan gaya hidup ini membukukan laba bersih Rp1,44 triliun, tumbuh 24,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Selasa (27/10/2026), penjualan MAPA mencapai Rp16,43 triliun selama Januari–September 2026. Angka tersebut meningkat 17,84% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp13,94 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan demikian, penjualan perseroan bertambah sekitar Rp2,49 triliun dalam setahun. Pertumbuhan ini turut menopang peningkatan laba MAPA di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian.
Dari sisi bisnis, segmen penjualan eceran menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp15,37 triliun hingga akhir September 2026. Sementara itu, penjualan non-eceran tercatat sebesar Rp1,60 triliun.
Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan MAPA juga meningkat menjadi Rp8,69 triliun, dari Rp7,43 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut mencapai 16,96% secara tahunan.
Meski biaya meningkat, laba bruto perseroan tetap tumbuh 18,89% menjadi sekitar Rp7,74 triliun, dibandingkan Rp6,51 triliun pada Januari–September 2025.
Margin laba bruto MAPA juga membaik, dari 46,70% menjadi 47,11%. Artinya, perseroan mampu mempertahankan porsi keuntungan kotor yang lebih besar dari setiap rupiah penjualan meskipun beban pokok penjualan meningkat.
Setelah memperhitungkan beban operasional dan pajak, MAPA membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,44 triliun. Angka ini naik 24,14% dibandingkan Rp1,16 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba yang lebih tinggi daripada kenaikan penjualan turut mendorong perbaikan margin laba bersih. Rasio tersebut meningkat dari sekitar 8,32% pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi 8,76% pada periode yang sama tahun ini.
VP Investor Relations, Corporate Communication and Sustainability MAP Group, Ratih Darmawan Gianda menjelaskan kinerja perseroan pada kuartal III 2026 didukung sinergi berbagai merek dalam portofolio bisnis serta pengembangan strategi penjualan melalui beragam saluran (multi-channel).
Strategi ini memungkinkan MAPA menjangkau konsumen melalui gerai fisik maupun kanal penjualan lainnya, sekaligus menyesuaikan penawaran produk dengan kebutuhan pelanggan.
Perseroan juga terus mengembangkan portofolio bisnis melalui ekspansi, salah satunya akuisisi Sports Direct di Malaysia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya MAPA memperkuat kehadirannya di pasar regional dan membuka peluang pertumbuhan baru.
Selain memperluas jaringan gerai, perusahaan terus menyesuaikan pilihan merek dengan perubahan preferensi konsumen.
“Di tengah ketidakpastian makroekonomi yang masih berlangsung, kami akan tetap menerapkan pendekatan yang hati-hati, serta terus berinvestasi dalam kemitraan brand dan kapabilitas ritel untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang MAPA,” kata Ratih, dikutip Selasa (27/10/2026).
Baca Juga: Bukalapak Balik Rugi Rp881 Miliar, Investasi Jadi Biang Kerok!
Baca Juga: Laba BCA Tembus Rp45,2 Triliun, Tumbuh 4,2% hingga September 2026
Baca Juga: Laba BNI Tumbuh Tipis 6,6% Jadi Rp16,1 Triliun
Aset dan Liabilitas Meningkat
Dari sisi neraca, total aset MAPA mencapai Rp19,07 triliun per akhir September 2026, meningkat 34,58% dibandingkan Rp14,17 triliun pada akhir Desember 2025. Dengan demikian, aset perseroan bertambah sekitar Rp4,90 triliun dalam sembilan bulan.
Namun, kenaikan aset tersebut juga diikuti peningkatan kewajiban perusahaan. Total liabilitas MAPA tercatat Rp8,81 triliun, naik 65,29% dari Rp5,33 triliun pada akhir 2025.
Secara nominal, liabilitas bertambah sekitar Rp3,48 triliun. Sementara itu, total ekuitas perseroan mencapai Rp10,25 triliun per September 2026.
Berdasarkan angka tersebut, rasio total liabilitas terhadap ekuitas MAPA berada di kisaran 0,86 kali. Rasio ini menunjukkan bahwa total kewajiban perusahaan setara dengan sekitar 86% dari ekuitasnya.
Memasuki kuartal IV 2026, kemampuan MAPA mempertahankan pertumbuhan penjualan dan menjaga margin keuntungan akan menjadi faktor penting bagi kelanjutan kinerja positifnya. Kontribusi ekspansi regional, pengembangan jaringan gerai, dan optimalisasi strategi multi-channel juga akan menjadi perhatian dalam melihat prospek bisnis perseroan.
