Monday, October 26News That Matters

Sebut Mustahil Kuasai PDIP dan Golkar, Sosok Ini Bongkar Motif Jokowi Akhirnya Pilih Besarkan PSI


Wacana Berita, Jakarta –

Akademisi Ali Syarief mengungkapkan spekulasinya terkait alasan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memilih bergabung dan turut membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Ali, langkah tersebut diambil Jokowi setelah gagal menjadi Ketua Umum (Ketum) di partai politik besar, mulai dari PDI Perjuangan (PDIP) hingga Partai Golkar.

“Mengapa Jokowi ngurus PSI? Ya kan, ingin jadi Ketum partai besar, gagal; berusaha di PDI-P pun mustahil dan gagal. Di Golkar ditentang. Akhirnya, dengan bangga memperlihatkan KTA PSI,” tulis Ali di akun X pribadinya, dikutip Senin (26/10).

Sebagai informasi, Jokowi resmi bergabung dengan PSI pada 14 Oktober 2025. Ia juga sempat memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Bandung pada September 2026.

Baca Juga: Dian Sandi Ungkap Alasan Tak Bisa Bersaksi Soal Ijazah Jokowi, Jawabannya Tak Terduga

Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI menjadwalkan pengukuhan resmi Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina pada 16 November 2026. Agenda tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PSI di Surabaya, Jawa Timur.

Sejumlah pengurus daerah PSI, di antaranya DPD PSI Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kabupaten Bogor, dan Surakarta, secara terbuka menyatakan dukungan terhadap pengangkatan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat konsolidasi partai dalam menghadapi Pemilu 2029.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *