
Suhu perpolitikan nasional kembali memanas menyusul beredarnya sebuah rumor liar yang menuding adanya pergerakan konspirasi tingkat tinggi antara sejumlah tokoh yang dilabeli sebagai kelompok antipemerintah dengan Duta Besar (Dubes) Singapura untuk Indonesia. Hal itu dituding demi menjatuhkan sosok dari Presiden Prabowo Subianto.
Dikutip Senin (26/10/2026) derdasarkan narasi yang beredar luas di berbagai platform digital, rumor ini sengaja dikemas dengan nuansa provokatif. Sebuah unggahan viral menampilkan rekaman video yang menyorot area pagar depan kediaman resmi Kedutaan Besar Singapura di Jakarta.
Baca Juga: Soal Peluang Jokowi Hadir Sidang, dr. Tifa: 45-55 Persen
Unggahan tersebut dibumbui dengan takarir ( caption) bernada tuduhan neokolonialisme yang berbunyi “Londo ireng is coming”. Frasa ini secara historis kerap digunakan untuk menyindir sosok pengkhianat bangsa yang rela bekerja sama dengan kekuatan asing demi memuluskan kepentingan pribadinya.
Informasi liar di media sosial tersebut secara spesifik menyeret dua nama tokoh intelektual publik yang selama ini dikenal kerap berseberangan pendapat dengan pemerintah, yakni Pengamat Politik Saiful Mujani dan Eks Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal.
Keduanya dituduh bertandang ke kediaman dubes terkait untuk mematangkan agenda pelemahan pemerintahan dari Kabinet Merah Putih. Hal itu menyusul memanasnya hubungan ekonomi dari Indonesia dan Singapura.
Adapun Dino Patti Djalal tidak tinggal diam. Diplomat senior tersebut langsung tampil ke hadapan publik dan memberikan bantahan keras. Ia membongkar bahwa narasi pertemuan rahasia tersebut adalah sebuah fabrikasi atau kebohongan mutlak yang sengaja direkayasa untuk membunuh karakter para pengkritik pemerintah.
“Ini postingan fiktif dari tim siluman.Hari Minggu dibilang saya ke rumah Dubes Singapura. Tampaknya mau menciptakan narasi ada kongkalikong mau atau apa,” tegas Dino Patti Djalal dikutip Senin (26/10/2026).
Untuk mematahkan tudingan tak berdasar itu, ia membeberkan alibi dan bukti keberadaannya yang sangat kuat. Ia memastikan bahwa pada hari yang dituduhkan, dirinya bahkan tidak sedang menginjakkan kaki di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga: Lindungi Jokowi, dr. Tifa Curiga Sidang Akan Berhenti di Tengah Jalan
“Faktanya, Minggu ke Selasa saya ada di Perth, Australia. Saya lagi diundang untuk bicara dalam konferensi perubahan iklim,” ungkap Dino.
