
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong perluasan akses pasar internasional bagi industri gim nasional melalui penyelenggaraan Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2026.
Forum tersebut mempertemukan studio gim Indonesia dengan investor, penerbit, dan mitra industri dari berbagai negara untuk menjajaki peluang investasi serta kerja sama bisnis.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan industri gim memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Pada penyelenggaraan IGDX tahun sebelumnya, pasar gim Indonesia disebut telah bernilai lebih dari US$2 miliar dengan jumlah pemain melampaui 80 juta orang.
“Pasar gim Indonesia telah bernilai lebih dari USD 2 miliar, dengan lebih dari 80 juta pemain,” kata Edwin dalam pembukaan IGDX 2026 di Denpasar, Bali, Rabu (21/10/2026).
Meski memiliki basis pasar yang besar, Edwin menilai pengembangan industri gim tidak cukup hanya berorientasi pada nilai komersial. Menurutnya, gim juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, pelestarian sejarah, serta pengenalan nilai-nilai budaya Indonesia.
“Gim bukan hanya menciptakan nilai ekonomi, melainkan juga dapat melestarikan banyak hal. Bukan hanya pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai bangsa, sejarah, dan banyak hal lainnya,” tuturnya.
Edwin berharap penyelenggaraan IGDX dapat memperluas kolaborasi antara pengembang lokal dan pelaku industri global. Kehadiran investor, penerbit, serta mitra internasional diharapkan membuka kesempatan bagi studio gim Indonesia untuk mengembangkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana mengatakan IGDX menjadi wadah bagi pelaku industri untuk bertukar pengetahuan, membangun jaringan bisnis, dan menjajaki peluang pengembangan usaha.
Memasuki penyelenggaraan kelima, IGDX menggabungkan unsur teknologi, kreativitas, bisnis, dan budaya untuk mendukung pertumbuhan ekosistem gim nasional.
“IGDX telah menjadi titik temu bagi industri gim Indonesia, tempat teknologi, kreativitas, bisnis, dan budaya bertemu. Gim tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan cerita, mengekspresikan jati diri kita, dan menciptakan peluang ekonomi,” ujar Sonny.
Menurut Sonny, rangkaian kegiatan IGDX 2026 memberikan kesempatan kepada studio gim lokal untuk memperkenalkan produk, mempelajari perkembangan industri, serta menjajaki kemitraan dengan pelaku usaha internasional.
Melalui pertemuan bisnis, konferensi, demonstrasi produk, dan pameran, penyelenggara berharap interaksi antarpeserta dapat berkembang menjadi kerja sama yang konkret.
“Kami ingin studio-studio gim Indonesia memiliki jalur pertumbuhan yang jelas, sementara mitra internasional dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai talenta dan potensi yang dimiliki Indonesia,” katanya.
IGDX 2026 mencatat sekitar 543 peserta dari kategori bisnis dan lebih dari 1.037 peserta kategori umum pada hari pertama penyelenggaraan. Kegiatan ini melibatkan peserta dari 31 negara, termasuk 339 studio gim, 66 penerbit gim, dan sembilan mitra acara.
Jumlah partisipasi tersebut membuka peluang bagi pengembang Indonesia untuk terhubung dengan calon investor, penerbit, dan mitra potensial dari berbagai pasar.
Namun, Sonny menilai tantangan utama penyelenggaraan IGDX bukan hanya mempertemukan pelaku industri, melainkan memastikan pertemuan tersebut menghasilkan kemitraan strategis dan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Pekerjaan sesungguhnya dimulai setelah pekan ini, melalui kemitraan, investasi, dan gagasan yang dapat menciptakan nilai bagi Indonesia,” tutur Sonny.
Baca Juga: Pelajar Indonesia Tembus Seoul Lewat Karya Gim NEMURI
Baca Juga: Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja, Menekraf: Industri Kreatif Buka Peluang Ekonomi bagi Generasi Muda
Ia menambahkan, penguatan industri gim membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pengembang, penerbit, penyedia platform, investor, pendidik, pemain, pemerintah, hingga komunitas.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar industri gim nasional mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar.
“Koneksi yang dibangun di sini dapat membantu studio-studio Indonesia berkembang, memperkenalkan gim kita kepada lebih banyak pemain, dan memperkuat ekonomi digital kreatif secara lebih luas,” ungkap Sonny.
