Sunday, October 25News That Matters

Pramono Minta Perizinan Rumah Ibadah di Jakarta Tak Berlarut-larut: Dua Minggu Harus Selesai


Wacana Berita, Jakarta –

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta proses perizinan pembangunan rumah ibadah di Jakarta tidak berlarut-larut. Ia menegaskan, proses tersebut semestinya dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua minggu apabila seluruh persyaratan administrasi proyek telah terpenuhi.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat meresmikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Taman Harapan Jaya di Cililitan, Jakarta Timur, Minggu (25/10/2026). Ia menyoroti proses pengurusan gereja tersebut yang berlangsung lebih dari 25 tahun sebelum akhirnya dapat diresmikan.

“Saya menyampaikan; nggak boleh ditahan terlalu lama. Seyogianya dalam waktu kalau administrasinya sudah selesai, seminggu-dua minggu harus selesai. Dan itu secara konsekuen saya lakukan,” tegas Pramono di lokasi.

Ia menegaskan, sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pramono berkomitmen memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, ras, maupun etnis. Menurutnya, prinsip tersebut juga harus diterapkan dalam proses pelayanan perizinan rumah ibadah.

“Berulang kali saya menyampaikan, sebagai Gubernur Jakarta, saya harus menjadi gubernur bagi semua agama, semua ras, semua etnis, dan tidak boleh membedakan terhadap hal itu,” ujar Pramono.

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Sentil Pramono Anung soal Anggaran Bedah Rumah, 821 Ribu Rumah di DKI Jakarta Tak Layak Huni

Sementara itu, lamanya proses pembangunan Gereja Advent Taman Harapan turut disampaikan Ketua Jemaat Reapelt Kairupan. Ia menjelaskan, pembangunan gereja sempat terhenti pada 1998 karena proses perizinan belum selesai, bertepatan dengan krisis moneter dan gelombang reformasi.

Jemaat kemudian melanjutkan pengurusan izin mengikuti ketentuan pemerintah yang berlaku. Setelah melalui proses panjang, gereja memperoleh Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kemudian direvisi pada  tahun 2025.

Meski telah mengantongi izin dan diresmikan, pembangunan gereja tersebut belum sepenuhnya rampung. Reapelt menyebut progres pembangunan baru mencapai 80 persen, dengan sejumlah pekerjaan masih harus diselesaikan, termasuk bagian samping bangunan yang belum diplester karena belum memperoleh izin dari pihak tetangga.

Menanggapi persoalan tersebut, Pramono meminta Wali Kota Jakarta Timur membantu menuntaskan pekerjaan yang masih terkendala. Ia ingin penyelesaian pembangunan gereja tidak kembali berlarut-larut.

“Tadi saya langsung minta kepada Pak Walikota untuk diselesaikan di prioritas. Jadi Pak Wali, tolong diselesaikan, kalau nggak bisa selesai saya dikabari, saya yang akan selesaikan,” ujarnya.

Ia juga meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatian khusus terhadap proses pembangunan rumah ibadah agar persoalan serupa tidak terus tertunda akibat terkendala izin.

“Kita (Pemprov) untuk memberikan perhatian secara khusus agar proses pembangunan yang seperti ini tidak berlarut-larut dan berkepanjangan,” pungkasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *