
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) segera menyampaikan temuan awal terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Temuan tersebut diperoleh setelah tim Komnas HAM melakukan pemantauan dan pemeriksaan langsung, terutama di wilayah Kalimantan.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P Siagian mengatakan laporan hasil pemantauan masih dalam tahap penyelesaian. Ia memastikan informasi mengenai temuan di lapangan akan disampaikan kepada publik dalam waktu dekat.
“Kita sudah melakukan pemantauan. Laporannya sedang kita bereskan dan dalam waktu yang tidak lama kami akan laporkan hasilnya. Kami sudah melakukan pemantauan ke lapangan,” ujar Saurlin di kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Temuan awal dari Kalimantan
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menyampaikan keterangan senada. Menurut dia, Komnas HAM telah turun langsung ke Kalimantan untuk menelusuri persoalan karhutla yang kini menjadi sorotan di tingkat nasional, bahkan internasional.
Anis mengatakan pemeriksaan lapangan telah menghasilkan temuan awal. Namun, ia belum memaparkan rincian temuan tersebut karena laporan resmi masih disiapkan dan akan disampaikan pada kesempatan berikutnya.
“Jadi sudah turun ke lapangan. Komnas HAM sudah turun ke Kalimantan, sudah ada temuan awal dan dalam waktu dekat segera kami sampaikan kepada publik,” kata Anis.
Pernyataan kedua pimpinan Komnas HAM itu menunjukkan bahwa lembaga tersebut masih berada dalam tahap merampungkan hasil pemantauan sebelum mengumumkannya secara terbuka. Saurlin menyebut laporan sedang dibereskan, sedangkan Anis menegaskan adanya temuan awal dari pemeriksaan di lapangan.
Dampak kabut asap dirasakan masyarakat
Karhutla yang terjadi di sejumlah daerah telah menimbulkan kabut asap. Kondisi tersebut disebut berdampak langsung terhadap masyarakat Indonesia, baik terhadap aktivitas sehari-hari maupun kesehatan.
Masyarakat disebut sangat menderita akibat kabut asap yang dihasilkan dari pembakaran hutan dan lahan. Dampak itu menjadi bagian dari persoalan yang ditelusuri Komnas HAM melalui pemantauan di wilayah terdampak, khususnya Kalimantan.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, Komnas HAM belum mengungkapkan secara terperinci hasil pemeriksaan maupun bentuk dampak yang ditemukan di lapangan. Publik masih menunggu laporan resmi yang dijanjikan akan disampaikan dalam waktu dekat.
