
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan penonaktifan sementara sejumlah layanan sistem informasi dan situs resmi instansi, dalam rangka mitigasi risiko keamanan siber terkait kerentanan PHP2Shell.
Melalui akun Instagram resmi @kemenperin_ri, Kemenperin telah menonaktifkan sementara layanan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), website Kemenperin, dan seluruh domain kemenperin.go.id. Langkah tersebut dilakukan mulai 22 Oktober 2026 pukul 22.00 WIB hingga 25 Oktober 2026.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Untuk konsultasi lebih lanjut, Sobat Industri dapat menghubungi Unit Pelayanan Publik (UPP) Kemenperin melalui WhatsApp 081119377770,” tulis Kemenperin.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengamanan dan penanganan teknis guna meminimalkan risiko terhadap infrastruktur dan sistem informasi.
Kemenperin berharap seluruh pihak terkait dapat menyesuaikan kegiatan yang menggunakan layanan pada domain tersebut selama periode penonaktifan, dan menunggu informasi lebih lanjut mengenai pengaktifan kembali layanan.
Baca Juga: Kemenperin Usulkan Insentif Hybrid dan REEV, dari Bebas Ganjil Genap hingga Parkir Khusus
Baca Juga: Tokopedia, TikTok Shop, KemenkoPM dan Kemenperin Perkuat Ekosistem Wajib Halal
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga telah memperingatkan adanya PHP2Shell sebagai kerentanan kritis baru yang perlu diwaspadai. Kerentanan ini berkaitan dengan CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 dengan skor CVSS 9,8 (Critical).
Melalui akun Instagram resminya, BSSN menyatakan bahwa penyerang berpotensi melakukan Remote Code Execution (RCE) pada server yang terdampak jika berhasil dieksploitasi.
“BSSN melalui Gov-CSIRT dan Nat-CSIRT telah melakukan langkah antisipasi, mulai dari penyampaian peringatan dini, pemetaan aset yang berpotensi terdampak, notifikasi kepada instansi terkait, hingga penguatan kesiapsiagaan Tim Tanggap Insiden Siber,” tulis BSSN.
