Friday, October 23News That Matters

Saya Saksi Mata Marahnya Presiden Saat Tahu Ada Oligarki Mainkan Saham


Wacana Berita, Jakarta –

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu membela sikap Presiden Prabowo Subianto yang menantang Morgan Stanley Capital International (MSCI) di tengah ancaman penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia.

Said Didu mengungkapkan dirinya menjadi saksi langsung ketika Prabowo marah setelah mengetahui dugaan adanya oligarki yang memainkan saham di bursa.

Pernyataan tersebut disampaikan Said Didu merespons unggahan akun X @bangherwin yang menyoroti sikap Prabowo terhadap MSCI. Akun itu menilai perbedaan pandangan mengenai arah klasifikasi pasar modal Indonesia bukan semata-mata persoalan siapa yang benar atau salah, melainkan perbedaan persepsi.

Baca Juga: Prabowo: Beberapa Negara Hina Kita Padahal Perusahaannya Terlibat Karhutla, Nanti Kita…

“Ternyata dugaan gue emang gak salah. Bahkan Kepala OJK pun mendukung pernyataan Wowow yang nyebut MSCI menekan Indonesia. Jadi ya emang wajar kalau IHSG masuk ke standalone market. Bukan tentang siapa yang salah dan siapa yang bener sih kalau gini, karena ini perbedaan persepsi,” tulis akun tersebut.

“Gue berharap IHSG tetap di emerging market sementara Wowow dan rezim paradoks-nya bertujuan ke standalone market. Indonesia sepertinya memang sedang dengan sengaja dan terkoordinasi untuk diarahkan menuju ke arah standalone market,” imbuhnya.

Menanggapi pandangan tersebut, Said Didu menilai dugaan yang disampaikan akun itu tidak tepat. Ia menegaskan bahwa Prabowo juga menginginkan pasar modal Indonesia berjalan dengan baik dan tidak menjadi tempat bagi oligarki maupun pemain saham untuk merugikan masyarakat.

“Itu kan dugaan Anda yang Anda benarkan sendiri. Saya katakan dugaan Anda salah. Saya pikir Presiden juga ingin pasar modal baik dan bukan jadi tempat oligarki dan pemain saham merampok uang rakyat tapi penilai harus fair juga,” balas Said Didu.

Baca Juga: Eks Wamenlu Sentil Tuduhan Singapura Sabotase Bursa RI: Tidak Masuk Akal Karena…

Said Didu kemudian mengungkapkan momen yang menurutnya menunjukkan ketegasan Prabowo terhadap persoalan di pasar modal. 

“Saya saksi mata betapa marahnya Presiden saat tahu ada oligarki mainkan saham di bursa bulan Januari sampai beliau memberikan pilihan kepada pimpinan bursa termasuk OJK untuk mundur atau dipecat pada tgl 29 Jan 2026 jam 18.00 dan mereka memilih mundur,” ujar dia.

Ia pun mengingatkan tekanan dari pihak luar, termasuk MSCI, tidak seharusnya dibiarkan begitu saja.

“Presiden sangat tegas tapi jangan juga pihak luar seperti MSCI seenaknya,” tutupnya.

Sebelumnya, Prabowo melontarkan pernyataan keras terhadap MSCI setelah lembaga tersebut mempertimbangkan penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia. Presiden menilai langkah itu sebagai bentuk tekanan yang tidak seharusnya membuat Indonesia gentar.

‎”Gangguan masih banyak kita terus dihadang, ada apa itu, macam-macamlah, MSCI, macam-macam. Dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan ke MSCI, ‘Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!’,” kata Prabowo dalam rapat kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *