
Anggota Komisi III DPR, Soedeson Tandra, meminta pola pengamanan demonstrasi yang dinilainya persuasif di Jakarta menjadi contoh bagi jajaran kepolisian di daerah lain. Menurutnya, pendekatan yang bersahabat dengan masyarakat perlu diterapkan secara serius dan konsisten ketika aparat mengawal penyampaian aspirasi.
“Ini mohon agar dijadikan contoh oleh polda-polda lain. Tagline bahwa polisi bersama masyarakat harus diimplementasikan secara serius dan konsisten ke bawah,” kata Soedeson dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah aksi mahasiswa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Tugu Tani, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Soedeson menilai pengamanan yang dilakukan aparat dalam aksi tersebut berjalan tertib tanpa kericuhan antara polisi dan massa.
Politikus Partai Golkar itu secara khusus mengapresiasi Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat. Ia menilai kedua satuan kepolisian tersebut berhasil menerapkan pendekatan persuasif selama mengamankan demonstrasi.
Soedeson juga menyinggung arahan Kapolri agar polisi hadir sebagai pihak yang bersahabat dengan masyarakat. Menurutnya, prinsip tersebut perlu diwujudkan melalui pelaksanaan tugas di lapangan, bukan sekadar menjadi slogan.
Ia turut mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan tuntutan secara tertib. Bagi Soedeson, demonstrasi merupakan salah satu saluran masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dalam kehidupan demokrasi.
“Dalam negara demokrasi modern, perbedaan pendapat adalah hal yang biasa. Salah satu saluran masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya adalah lewat pernyataan pendapat atau demonstrasi. Karena berjalan lancar dan tertib, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada massa aksi,” ujarnya.
Menurut dia, penyampaian pendapat di muka umum merupakan pilar penting kehidupan bernegara yang dijamin konstitusi. Karena itu, perbedaan pandangan politik tidak semestinya menjadi alasan untuk mengabaikan hak masyarakat menyampaikan tuntutan.
Aksi pada 20 Oktober 2026 tersebut digelar mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta, bertepatan dengan dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Di kawasan Tugu Tani, mahasiswa Universitas Indonesia menggelar aksi mulai sekitar pukul 15.00 WIB. Salah satu tuntutan yang mereka sampaikan adalah mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.
Berdasarkan pantauan yang dikutip dalam laporan, massa awalnya bergantian menyampaikan orasi di sekitar Tugu Tani sebelum berkumpul di bawah monumen tersebut. Dalam perkembangan aksi, seorang peserta sempat berusaha naik ke atas tugu.
Meski demikian, laporan tersebut menyebut tidak terjadi kericuhan antara aparat kepolisian dan massa. Situasi itulah yang menjadi konteks apresiasi Soedeson terhadap pengamanan demonstrasi di Jakarta serta permintaannya agar pendekatan serupa diterapkan secara konsisten oleh kepolisian di daerah lain.
