
Pembangunan infrastruktur energi berskala besar tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas ketenagalistrikan, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.
Di Kabupaten Cianjur, penyelesaian fasilitas air bersih untuk 118 keluarga menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan PLTA Upper Cisokan turut memperhatikan keberlangsungan kehidupan warga di sekitar proyek.
Fasilitas air bersih yang dibangun PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) tersebut diperuntukkan bagi warga Desa Girimulya dan Desa Karangnunggal di Kecamatan Cibeber, serta Desa Margaluyu di Kecamatan Campaka. Ketiga desa itu termasuk wilayah yang terdampak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan atau dikenal sebagai Warga Terkena Proyek (WTP).
Pemenuhan akses air bersih menjadi aspek penting dalam pembangunan proyek strategis nasional karena berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga, kesehatan lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ketersediaan fasilitas dasar juga diperlukan agar warga di sekitar kawasan pembangunan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan layak.
Infrastruktur yang telah diselesaikan meliputi menara air, bak penampungan, rumah pompa, pompa air, tangki air, serta jaringan perpipaan sepanjang 200 meter. PLN turut menyediakan sambungan listrik untuk mendukung operasional fasilitas tersebut.
Sarana ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, mulai dari minum, memasak, mandi, hingga mencuci. Dengan tersedianya fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh akses air yang lebih mudah untuk menunjang kebutuhan rumah tangga.
Penyediaan infrastruktur dasar di kawasan terdampak proyek energi berkaitan dengan upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan kesejahteraan masyarakat. Akses air bersih yang memadai berpotensi mengurangi waktu dan biaya yang harus dikeluarkan rumah tangga untuk mendapatkan air, meskipun besaran dampak ekonominya belum tersedia.
General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar proyek.
“Bagi PLN, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Dengan selesainya pembangunan sarana air bersih ini, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga serta dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Kishartanto, Rabu (21/10/2026).
Kepala Desa Margaluyu, Nanang Nosim, menyampaikan bahwa penyelesaian fasilitas air bersih tersebut membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: PLN EPI Gandeng Perusahaan AS Kaji Produksi Hidrogen dari Biomassa
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UIP Jawa Bagian Tengah. Dengan selesainya pembangunan ini, masyarakat sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Kami berharap fasilitas ini dapat terus dimanfaatkan dan dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ungkap Nanang.
Keberadaan fasilitas air bersih tersebut sekaligus menegaskan pentingnya memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur energi. Bagi wilayah yang terdampak proyek, ketersediaan layanan dasar menjadi salah satu aspek yang berkaitan dengan kualitas hidup serta keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi warga.
PLTA Upper Cisokan sendiri dikembangkan untuk mendukung sistem energi nasional. Dalam pelaksanaannya, pembangunan proyek tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di kawasan terdampak, sehingga penyediaan dan keberlanjutan fasilitas dasar perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan dampak pembangunan.
