Tuesday, October 20News That Matters

PDIP Sebut Jokowi dan Wapres Gibran Cuma Jadi ‘Benalu’ untuk Prabowo


Wacana Berita, Jakarta –

Evaluasi 2 Tahun Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak hanya menyentuh aspek teknis perekonomian, tetapi juga membedah anatomi politik di lingkar inti istana hingga memunculkan kritik dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Mohamad Guntur Romli menyoroti masih adanya hubungan antara Prabowo dan Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai bahwa keberadaan dinasti politik itu justru menggerogoti wibawa kepemimpinan dari Prabowo.

Baca Juga: Gegara Jokowi Sendiri, Roy Suryo Yakin Akan Lolos dari Penjara

Guntur menyimpulkan bahwa alih-alih menjadi dwitunggal yang saling melengkapi, keberadaan mantan presiden itu, yang diwakilkan anaknya tak ubahnya seperti entitas “benalu” bagi Presiden Prabowo Subianto.

Ia membeberkan bahwa posisi politikus itu di kursi wakil presiden, serta cawe-cawe sang ayah di balik layar, telah bertransformasi menjadi beban ganda bagi Prabowo. Hal itu yakni beban politik dan beban fiskal.

Secara politik, wibawa kabinet juga terus disandera oleh skandal administratif yang tak kunjung usai. Guntur kembali mengungkit persoalan krusial mengenai ketiadaan bukti keabsahan dokumen ijazah setara sekolah menengah atas milik Gibran.

Ia menyoroti bagaimana hingga dua tahun menjabat, politikus itu belum juga mampu menjelaskan secara benderang kepada publik soal ijazahnya. Ketiadaan transparansi ini menciptakan krisis legitimasi yang terus menggerus tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rezim yang sedang berkuasa.

Di sisi lain, secara fiskal dan manajerial, intervensi dan janji-janji politik warisan rezim sebelumnya dinilai memaksa pemerintahan saat ini untuk mengeksekusi proyek-proyek tanpa konsep matang yang menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Guntur menyebut program-program mercusuar yang lekat dengan citra wapres sering kali dipaksakan berjalan meski negara tengah didera defisit anggaran, anjloknya nilai tukar rupiah hingga Rp18.000/Dolar Amerika Serikat.

Baca Juga: Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja

Dengan berlarut-larutnya skandal “Ijazah Gate” serta ketidakmampuan pemerintah mengatasi persoalan mendasar seperti kebakaran hutan (karhutla), pihaknya melihat bahwa energi presiden terlalu banyak terkuras untuk menjadi tameng pelindung bagi Jokowi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *