Wednesday, October 21News That Matters

IHSG Berpotensi Uji 5.300–5.400, BI Rate Jadi Penentu Arah


Wacana Berita, Jakarta –

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan Rabu (21/10/2026), seiring ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate dan dinamika sentimen pasar global. 

“Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji area 5.300–5.400,” tulis Phintraco dalam riset hariannya.

Berdasarkan konsensus pasar, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI diperkirakan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6%. Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang dicermati investor karena dapat memengaruhi pergerakan pasar saham dan daya tarik aset keuangan domestik.

Dari pasar global, Wall Street ditutup bervariasi pada Selasa (20/10/2026). Indeks Dow Jones berhasil menguat, didorong laporan keuangan sejumlah emiten yang positif serta penurunan harga minyak.

Sementara itu, Qatar dan Pakistan berupaya memediasi Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan geopolitik tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi sentimen global dan pergerakan harga energi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,8% ke level US$101 per barel pada Selasa (20/10/2026). Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun turun 2 basis poin menjadi 5,115%.

Adapun harga emas spot ditutup melemah 0,3% ke level US$4.125 per troy ounce. Pergerakan berbagai instrumen tersebut mencerminkan dinamika pasar global yang masih perlu dicermati investor.

Baca Juga: IHSG Masih Dibayangi Rupiah dan MSCI, Keputusan BI Jadi Penentu Arah Pasar

Baca Juga: Heboh Isu Intervensi Asing ke MSCI, BEI Beri Jawaban Ini

Baca Juga: Pemerintah Sampai Libatkan Polri, Teguran MSCI Picu Reformasi Pasar Modal

Di tengah potensi volatilitas IHSG, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk perdagangan hari ini, yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Investor disarankan mencermati hasil keputusan RDG BI serta perkembangan sentimen global untuk mengantisipasi perubahan arah pasar. Dengan volatilitas yang diperkirakan masih tinggi, pengelolaan risiko tetap menjadi faktor penting dalam menentukan strategi investasi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *