Wednesday, October 21News That Matters

Eks Dosen ITB Sebut Ada Menteri Kabur dari Panggilan KPK, Dirjen Imigrasi Ungkap Faktanya!


Wacana Berita, Jakarta –

Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, menyoroti keberangkatan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid ke luar negeri di tengah proses pemanggilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melalui unggahan di akun X pribadinya, Ardianto bahkan mengaitkan perjalanan tersebut dengan absennya Nusron dalam pemeriksaan KPK.

“ADA. MENTERI. KABUR. DARI. PANGGILAN. KPK,” tulis Ardianto, di akun X pribadinya, dikutip Rabu (21/10).

Sementara itu, Direktorat Jenderal Imigrasi membenarkan bahwa Nusron sempat melakukan perjalanan ke luar negeri. Berdasarkan data perlintasan, Nusron diketahui menuju Singapura melalui Batam sebelum melanjutkan perjalanan ke Malaysia dalam rangka agenda kedinasan resmi.

“Saya belum terinfo apakah beliau sudah ada di Indonesia atau belum. Tapi jika beliau yang bersangkutan ke Singapura melalui Batam dan kemudian ke Malaysia dan melakukan kegiatan kedinasan, terkonfirmasi, iya,” jelasĀ  Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Seperti diketahui, Nusron tercatat dua kali tidak memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam perkara dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk.

Baca Juga: 2 Kali Mangkir dari Panggilan, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Nusron Wahid

Pada pemanggilan pertama yang dijadwalkan pada Rabu, 7 Oktober 2026, Nusron tidak hadir dengan alasan memiliki agenda internal yang bertepatan dengan jadwal pemeriksaan di Kementerian ATR/BPN.

Sementara itu, pada pemanggilan kedua yang berlangsung Kamis, 15 Oktober 2026, Nusron kembali berhalangan hadir karena adanya agenda perjalanan dinas. Pihak Nusron diketahui telah mengirimkan surat resmi permohonan penundaan pemeriksaan kepada KPK pada 14 Oktober 2026.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *