
Akademisi Ali Syarief kembali menyinggung pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang pernah mengatakan bahwa anak-anaknya tidak akan terjun ke dunia politik.
Namun, menurut Ali, kenyataan yang terjadi saat ini berbeda. Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, terpilih menjadi Wakil Presiden setelah sebelumnya menjabat Wali Kota Solo. Ali juga menyinggung polemik yang pernah muncul terkait syarat pencalonan Gibran hingga terbitnya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang membuka jalan baginya maju sebagai calon wakil presiden. Selain itu, ia menyoroti munculnya desakan pemakzulan terhadap Gibran yang berkembang belakangan ini.
Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi Bisa Batal Demi Hukum? Roy Suryo Beberkan Alasannya
Sementara itu, putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hanya dua hari setelah memperoleh Kartu Tanda Anggota (KTA) partai tersebut.
“Bapaknya @jokowi pernah ngomong; “Anak-anak saya tidak mau berpolitik.” – Sekarang semua hidupnya dari perpolitikan. Ini karena ulah bapaknya atau memang kehendak anak-anaknya?” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (21/10).
“1. Gibran jadi wali kota Solo, melibas kandidat seniornya. Lalu nyapres, padahal tidak memenuhi syarat umur dan belakangan tidak ada syarat administrasi (tidak punya ijazah SMA). 2. Adiknya, Kaesang. Dua hari mendapat KTA, langsung diumumkan di kedai kopi sebagai ketum PSI,” imbuhnya.
Sebelumnya, dalam sebuah wawancara pada Desember 2018, Jokowi menyatakan kedua anak laki-lakinya belum memiliki ketertarikan terhadap dunia politik.
“Sampai sekarang saya melihat anak-anak saya belum ada yang tertarik ke politik. Jualannya martabak, yang satu jualan pisang goreng,” ujar Jokowi saat itu.
Pada Juli 2019, Jokowi kembali menyampaikan pernyataan serupa.
“Sampai detik ini, saya melihat anak-anak saya tidak tertarik ke dunia politik. Gibran, Kaesang, maupun yang lain senangnya di dunia usaha,” katanya.
Baca Juga: Dua Ketum Partai Besar Diisukan Siap Gantikan Gibran Jika Kursi Wapres Kosong
Meski demikian, Jokowi saat itu juga menyebut kemungkinan perubahan sikap tetap terbuka di masa mendatang.
“Tapi ya nggak tahu lagi, kalau tahu-tahu besok pagi atau minggu depan bilang, ‘Pak saya kepingin jadi wali kota/ikut pilkada,’ ya saya bilang maju saja.”
