
Iran memperluas ancamannya terhadap infrastruktur yang berkaitan dengan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Kali ini, kabel internet bawah laut yang melintasi Selat Hormuz disebut berpotensi menjadi sasaran jika konflik kedua negara kembali meningkat.
Peringatan itu disampaikan Juru Bicara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, di tengah mandeknya perundingan untuk mengakhiri konflik Teheran dan Washington.
Dalam acara peluncuran karya terbaru dari 27 Missions Publications di Taman Museum Pertahanan Suci, Mohebi menyebut tujuh kabel internet utama melintasi Selat Hormuz. Menurut dia, kabel-kabel tersebut membawa lalu lintas data internet dan komersial.
Mohebi juga memperingatkan bahwa Iran dapat mengungkap sasaran dan persenjataan baru dalam konflik tersebut. Pernyataannya disampaikan pada Selasa (20/10/2026), seperti dikutip media Iran, Entekhab.
Ancaman itu menambah daftar infrastruktur teknologi yang sebelumnya disinggung pejabat Iran, termasuk pusat data dan fasilitas kecerdasan buatan (AI) yang berkaitan dengan AS di kawasan tersebut.
Kabel serat optik bawah laut merupakan bagian penting dari jaringan komunikasi internasional. Infrastruktur ini membawa data untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi daring hingga transaksi bisnis lintas negara.
Kerusakan pada kabel yang melintasi jalur strategis seperti Selat Hormuz berpotensi mengganggu konektivitas digital di wilayah yang bergantung pada jalur tersebut. Dampaknya dapat menjalar ke penyedia layanan internet, perusahaan teknologi, dan aktivitas ekonomi yang memerlukan pertukaran data lintas negara.
Baca Juga: Justru Jadi Evaluasi, Ini Kata Syahganda Soal Survei Catat Kepuasan pada Prabowo-Gibran di Atas 50%
Sebelumnya, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, juga memperingatkan bahwa aset teknologi yang berkaitan dengan AS dapat menjadi sasaran jika perang kembali pecah.
Dalam wawancara dengan Press TV, Rezaei menyebut pusat data, fasilitas AI, dan kabel sebagai bagian dari infrastruktur yang berpotensi diserang.
