Tuesday, October 20News That Matters

IHSG Melompat 3,6%, Saham BUMN Kompak Menguat Usai Danantara Dikabarkan Siap Borong


Wacana Berita, Jakarta –

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Berdasarkan data pukul 10.10 WIB, IHSG menguat 3,6% atau naik 180 poin ke level 5.177,17.

Penguatan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya IHSG berada di bawah tekanan dan mengalami koreksi cukup dalam dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk masuk ke perusahaan-perusahaan milik negara ketika harga saham terkoreksi, terutama pada sektor perbankan BUMN.

Kabar tersebut sejalan dengan penguatan sejumlah saham pelat merah. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 7,1% menjadi Rp2.720 per saham. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melesat 8% ke level Rp3.630 per saham.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), yang naik 6,8% menjadi Rp3.160 per saham. Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menguat 7,1% ke level Rp910 per saham.

Tak hanya perbankan, sejumlah emiten pertambangan turut bergerak di zona hijau. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 6,9% ke level Rp2.650 per saham. PT Timah Tbk (TINS) menguat 6,2% menjadi Rp3.590 per saham, sedangkan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 4,9% ke level Rp3.010 per saham.

Danantara Siap Borong Saham BUMN

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga berada di bawah level 5.000 dapat menjadi peluang investasi jangka panjang. Menurutnya, sejumlah saham perusahaan pelat merah saat ini memiliki valuasi yang menarik di tengah fundamental bisnis yang dinilai masih solid.

Rosan mengatakan, Danantara terus melakukan analisis secara komprehensif sebelum mengambil keputusan investasi. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan valuasi perusahaan serta kekuatan fundamental BUMN dalam jangka panjang.

“Kita melihat kembali valuasi perusahaan-perusahaan kita sangat baik, sangat solid, dan valuasinya juga boleh dibilang sekarang menjadi sangat murah. Tentunya kita sebagai investor, baik di pasar modal maupun BUMN yang kita miliki, justru melihat ini sebagai opportunity untuk investasi jangka panjang,” ujar Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: Saham BIKE Terbang 596% Sejak Awal 2026, BEI Langsung Kasih Suspensi

Baca Juga: Rosan Sinyalkan Danantara Serok Saham BUMN

Baca Juga: Danantara Bidik Pendapatan US$7 Miliar dari Industri Data Center

Ia mencontohkan sektor perbankan yang dinilai memiliki daya tarik dari sisi valuasi maupun potensi imbal hasil dividen. Rosan menyebut rasio price to book value (PBV) perbankan rata-rata telah berada di bawah satu.

Selain itu, ia menyoroti potensi imbal hasil dividen dari sejumlah bank besar milik negara. Rosan menyebut imbal hasil dividen Bank Mandiri mencapai sekitar 16%, sedangkan BRI sekitar 13%.

“Jadi, ibaratnya beli tanpa melihat kenaikan harga saham saja, yield-nya itu kurang lebih untuk Mandiri bisa 16%, karena dari pembagian dividennya,” katanya.

Rosan menegaskan, Danantara akan terus mencermati peluang investasi selama valuasi saham dinilai menarik dan fundamental perusahaan tetap kuat. Namun, keputusan investasi tetap akan didasarkan pada hasil analisis menyeluruh.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *