
Berita Liga Inggris – Akibat dari Manchester City yang dinyatakan bersalah melanggar aturan keuangan Liga Premier, fenomena unik muncul di tribun penonton berupa pisang karet. Saat City bertandang ke Liverpool setelah putusan itu, para pendukungnya terlihat melambaikan pisang karet kuning di Anfield. Tradisi ini berawal dari Agustus 1987, ketika Frank Newton, seorang penggemar City, membawa pisang karet setinggi lima kaki ke Maine Road untuk menghibur suasana sulit yang dialami tim Manchester saat itu.
Fenomena pisang karet ini kembali mencuat ketika lebih dari 10.000 penggemar hadir di Victoria Ground milik Stoke City dengan membawa pisang karet pada Boxing Day 1988. Para pemain City bahkan turut meramaikan dengan membawa pisang karet ke lapangan sebelum pertandingan dimulai. Kini, hampir empat dekade kemudian, pisang karet kembali menjadi tren dan membawa berkah bagi Imre Varadi, mantan pemain City yang dulu dijuluki ‘Imre Banana’.
Varadi, yang bermain untuk City antara 1986 hingga 1988 dan mencetak 31 gol dalam 81 penampilan, kini menjual pisang karet tersebut seharga £10 di situs webnya, lengkap dengan kaos dan pin terkait. Produk ini digambarkan sebagai simbol kebersamaan dan keceriaan di stadion-stadion seluruh dunia. Dengan kembalinya tren pisang karet belakangan ini, bisnis Varadi mengalami lonjakan pesanan dari seluruh dunia. Bahkan, City mengundangnya untuk menyaksikan kemenangan 3-2 atas Ipswich Town di Etihad.
Phil Foden, pemain City, turut meramaikan tren ini dengan membawa pisang karet dalam wawancara usai pertandingan, sebuah momen yang tidak diterima baik oleh presenter TV dan penggemar Arsenal, Piers Morgan. Namun, Varadi menikmati momen ini, menyebut fenomena pisang karet sebagai simbol “keceriaan, kebahagiaan, kesenangan, dan tim pemenang yang terus diproduksi City di Etihad Stadium”.
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/mantan-pencetak-gol-man-city-raup-keuntungan-dari-jualan-pisang-karet
