
Berita Tenis: Maja Chwalinska berhasil mencapai final turnamen WTA level 1000 untuk kali pertama dalam kariernya setelah meraih kemenangan atas Iga Swiatek di semifinal Wuhan Open musim 2026.
Meskipun petenis unggulan ke-16 menjadi pihak pertama yang mematahkan servis lawan di set pembuka, petenis unggulan ketujuh, Swiatek berhasil membalas dengan mematahkan servis petenis unggulan ke-16 demi unggul dengan 5-3. Petenis unggulan ke-16 lalu menyelamatkan dua peluang set point di game kesembilan, setelah itu petenis unggulan ketujuh mengambil jeda medis untuk menangani cedera kaki.
Mantan petenis nomor 1 dunia tampak terganggu oleh cederanya setelah kembali ke lapangan, sementara runner up French Open musim 2026 memenangkan 10 dari 11 game berikutnya demi memastikan kemenangan 7-5, 6-1 dalam waktu 2 jam 8 menit di laga semifinal Wuhan Open yang mempertemukan dua petenis berkebangsaan Polandia.
Kemenangan tersebut membuat rekor pertemuan antara kedua petenis menjadi imbang dengan 1-1, setelah Swiatek memenangkan satu-satunya pertemuan mereka sebelumnya di ajang ITF yang digelar di Stockholm pada musim 2016.
“Pertandingan tadi sangat menguras fisik, terutama di set pertama,” aku Chwalinska setelah pertandingan. “Ia sempat memiliki peluang set point, jadi saya hampir saja kalah. Menurut saya, hal yang berhasil saya lakukan dengan baik adalah berjuang keras untuk setiap bola, saya berusaha mengejar semua bola yang bisa saya jangkau. Saya rasa itu sangat krusial karena membuat lawan harus mengeluarkan usaha ekstra. Saya sungguh berharap ia bisa segera pulih dan semoga dia berhasil lolos ke WTA Finals.”
Kemenangan tersebut juga menandai kemenangan pertama dalam karier petenis unggulan ke-16 atas lawan yang berada di peringkat 10 besar sekaligus menjadi kemenangan terbesar dalam kariernya sampai saat ini berdasarkan peringkat lawan. Ia melaju ke final turnaamen WTA untuk kali kedua, menyusul pencapaiannya lolos ke final French Open awal musim ini.
Berkat pencapaian tersebut, petenis berusia 25 tahun menjadi petenis kedua yang berhasil mencapai dua final turnamen WTA pertama dalam kariernya di Grand Slam dan turnamen level Tier I/WTA level 1000, setelah Amelie Mauresmo yang lolos ke final di Berlin musim 1998 dan final Australian Open musim 1999.
Ia kini telah memenangkan 17 pertandingan di turnamen WTA sepanjang musim 2026, termasuk 11 kemenangan di hard court. Sebelum musim ini, ia hanya pernah memenangkan empat pertandingan di turnamen WTA.
“Saya sudah merasa sangat baik saat berada di Singapura,” tutur Chwalinska. “Saya merasa permainan tenis saya berada di level yang sangat bagus di sana, yang tentu saja meningkatkan kepercayaan diri saya. Dan pencapaian kali ini terasa sangat istimewa. Seperti yang anda katakan, terkadang muncul berbagai pemikiran. Saya hanyalah manusia biasa, pikiran saya sering bekerja terlalu aktif dan ada terlalu banyak hal yang berkecamuk di kepala saya. Jadi, tentu saja, sempat terlintas pemikiran seperti, ‘jangan-jangan ini hanya terjadi di satu turnamen saja.’ Saya tentu tidak ingin hanya sukses di satu turnamen. Namun, wajar saja jika saya mempedulikannya. Jadi, pencapaian ini terasa sangat menyenangkan.”
Menantikan Chwalinska di final Wuhan Open adalah petenis berkebangsaan Inggris, Sonay Kartal. Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan pertama mereka. Sejak turnamen tersebut pertama kali digelar pada musim 2014, baru kali pertama dua petenis di luar peringkat 20 besar berhasil melenggang ke final turnamen tersebut.
Artikel Tag: wuhan open, iga swiatek, sonay kartal, maja chwalinska
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/tenis/iga-swiatek-tertunduk-lesu-maja-chwalinska-lolos-ke-final-di-wuhan
