Friday, October 16News That Matters

SMRC Buktikan Kualitas Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Jeblok, Kiamat Kredibilitas Dinasti Jokowi?


Wacana Berita, Jakarta –

Di saat badai wacana pemakzulan (impeachment) akibat skandal ijazah masih belum mereda, namun kini ada tamparan baru yang tak kalah telak dari kalangan akademisi dan jurnalis untuk keluarga dari Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dikutip Sabtu (17/10/2026) Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani secara blak-blakan mengungkapkan buruknya kualitas kepemimpinan dua putra dari eks presiden itu yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. Keduanya ada di posisi juru kunci alias paling jeblok.

Baca Juga: Gertakan ‘Operasi Politik’ Mandul, Tuduhan Jokowi Tak Akan Bisa Surutkan Gaungan Pemakzulan Gibran

Saiful mengungkapkan dalam survei yang dilakukan pada bulan lalu ini bukanlah survei massa biasa. Studi ini sangat elitis dan presisi karena melibatkan 200 pakar pemuka pendapat (opinion leaders), yang terdiri dari 166 ilmuwan kampus dan 34 wartawan senior.

Para pakar tersebut diminta mengevaluasi 31 nama tokoh nasional berbekal 10 indikator kepemimpinan yang ketat: kompetensi, empati, integritas, akseptabilitas, sikap pluralis/inklusif, kemampuan memimpin, komitmen pada demokrasi, komitmen pada kesejahteraan umum, profesionalisme tentara/polisi dan visi politik luar negeri.

Hasilnya menjadi sebuah pukulan mematikan bagi narasi kompetensi anak muda yang selama ini didengungkan oleh Jokowi. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersungkur di peringkat ke-30 (nomor dua dari bawah) dengan skor yang sangat memalukan, yakni hanya 4,4 dari skala maksimal 10. Jauh tertinggal dari tokoh-tokoh sekelas Mahfud MD (skor 7,6), Anies Baswedan (skor 7,0) hingga Dedi Mulyadi (skor 7,0).

Lebih tragis lagi, posisi paling dasar alias peringkat ke-31 (juru kunci) ditempati oleh sang adik, Kaesang Pangarep. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut dinilai memiliki kualitas kepemimpinan terburuk se-nasional oleh para ilmuwan, dengan hanya mengantongi skor jeblok sebesar 4,0.

Rendahnya skor yang diberikan oleh kaum intelektual dan jurnalis ini menegaskan bahwa legitimasi kepemimpinan duo Gibran-Kaesang. Ia selama ini dinilai lebih banyak ditopang oleh mesin kekuasaan dan popularitas artifisial, bukan karena kapasitas intelektual maupun rekam jejak kepemimpinan transformatif yang riil.

Baca Juga: Eks Kopassus Berikan Nilai Gibran Nol Besar: Jangankan Jadi Wapres, Tidak Cocok Bahkan Jadi Ketua RT

SMRC sendiri memberi catatan bahwa hasil ukur persepsi pemuka pendapat ini tidak otomatis menunjukkan kepastian tingkat dukungan pemilih awam secara nasional, namun penilaian kritis dari 200 pakar ini menjadi legitimasi akademis bahwa kualitas dinasti politik mantan presiden itu memang sangat diragukan kelayakannya untuk mengelola negara dari Indonesia.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *