Saturday, October 17News That Matters

Jokowi Sedang Dikepung Musuh, Cari Mati Jika Diangkat Jadi Ketum PSI


Wacana Berita, Jakarta –

Manuver Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cirebon disoroti karena berambisi memberikan kursi jabatan ketua umum partai untuk Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun rencana ambisius tersebut tidak hanya dinilai tidak realistis, tetapi juga dianggap sebagai bunuh diri politik bagi partai berlambang mawar merah tersebut.

Pengamat Politik, Heru Subagia melontarkan kritik keras dan menelanjangi wacana yang digaungkan oleh Ketua DPD PSI Kabupaten Cirebon, Kapten Harianto. Menurutnya, hal tersebut hanya akan menambah beban bagi Jokowi.

Baca Juga: PDIP Sebut Operasi Jokowi dan Anwar Usman Jadi Kunci Utama Lolosnya Gibran di Pilpres 2024

“Dengan konstelasi nasional yang sedang mengalami kontraksi politik sekeras ini, rencana mereka untuk menyeret beliau hadir dalam rakorda nanti dipastikan akan berujung zonk,” ujar Heru dikutip, Sabtu (17/10/2026).

Prediksi Heru bukan tanpa alasan yang solid. Ia membedah realitas politik yang tengah dihadapi oleh Jokowi. Pasca-lengser dari kursi kepresidenan, politikus itu bukanlah sosok purnawirawan politik yang bisa menikmati masa pensiun dengan tenang.

Sebaliknya, Jokowi tengah berada di episentrum badai politik nasional, berusaha mati-matian menyelamatkan takdir pemakzulan politik terhadap putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Heru hyga mengingatkan partai tersebut untuk melek terhadap peta sentimen publik. Ia membeberkan bahwa posisi mantan presiden itu saat ini sangatlah rentan. Berbagai skandal yang muncul pasca-putusan pengadilan telah mengikis habis simpati publik terhadap Jokowi.

“Harianto harus membuka matanya lebar-lebar: di panggung nasional hari ini, dia telah berubah menjadi musuh bersama bagi banyak kelompok publik,” kata Heru.

Mengundang Jokowi untuk memimpin partai di saat sang tokoh tengah menjadi sasaran tembak dari berbagai penjuru, sama halnya dengan menarik masalah besar ke dalam internal partai. Heru menganalogikan langkah tersebut layaknya membuka pintu rumah bagi seseorang yang sedang dikejar-kejar oleh segerombolan musuh.

“Jadi, ketika mereka memohon-mohon agar dia menjadi ketua umum mereka, mereka sebenarnya sedang mengundang figur yang sedang dikepung musuh untuk masuk ke dalam rumah mereka sendiri,” tandasnya.

Heru tak segan-segan menyematkan label yang sangat buruk atas strategi politik yang dimainkan oleh pengurus dari PSI Cirebon. Ia menilai bahwa mendewakan sosok yang tengah berada di titik nadir popularitas politiknya adalah sebuah tindakan irasional.

Baca Juga: Eks Kopassus Berikan Nilai Gibran Nol Besar: Jangankan Jadi Wapres, Tidak Cocok Bahkan Jadi Ketua RT

“Sebuah kebodohan politik yang paripurna,” kuncinya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *